Industri film horor Korea Selatan kembali menunjukkan tajinya lewat Salmokji: Whispering Water, sebuah film folk-horror terbaru garapan sutradara debutan Lee Sang-min. Di tengah menjamurnya film horor yang mengandalkan formula jumpscare dan ritual pengusiran setan, Salmokji hadir dengan pendekatan yang lebih atmosferik: sunyi, basah, gelap, dan perlahan mencekik.
Ada satu kesadaran yang datangnya agak terlambat, tapi begitu datang, rasanya sulit untuk diabaikan. Bahwa kehamilan bukanlah titik awal dari perjalanan menjadi seorang ibu. Ia bukan garis start yang tiba-tiba muncul saat dua garis merah terlihat di alat tes. Kehamilan, diam-diam, adalah kelanjutan dari kebiasaan panjang yang sudah terbentuk sejak bertahun-tahun sebelumnya.
Ada jenis cerita yang tidak hanya ingin ditonton, tapi juga dirasakan, meski rasanya tidak nyaman. Drama Korea If Wishes Could Kill adalah salah satunya. Tapi sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita jujur sejak awal.
Film sejarah Korea Selatan selalu punya tempat khusus di hati penonton, terutama bagi mereka yang menyukai kisah kerajaan, intrik politik, dan tragedi emosional yang membekas lama setelah kredit penutup berjalan. Tahun 2026, sutradara Jang Hang-jun kembali ke layar lebar lewat film terbaru berjudul The King’s Warden, sebuah drama sejarah yang mengangkat salah satu bab paling kelam dalam Dinasti Joseon.
Di tengah banjir novel populer yang sering mengandalkan romansa instan atau konflik yang mudah ditebak, hadir sebuah karya yang terasa berbeda yakni Rahasia Salinem. Novel ini bukan sekadar kisah tentang keluarga, bukan pula hanya cerita sejarah biasa. Ia adalah perpaduan antara tragedi, warisan budaya, misteri keluarga, dan perjalanan batin yang disusun dengan detail begitu rapi hingga pembaca dibuat terus bertanya-tanya, siapa sebenarnya Salinem?
Ada novel yang selesai dibaca lalu selesai pula pengaruhnya. Tapi ada juga novel yang tetap tinggal, seperti aroma yang menempel di ujung baju setelah melewati ruang penuh asap, samar, tetapi membekas. Gadis Kretek karya Ratih Kumala adalah jenis novel kedua.
Ada satu fenomena yang belakangan ini sering membuat dada terasa lebih sesak dari biasanya, bukan karena asam lambung, tapi karena rasa takut. Di linimasa media sosial, obrolan grup keluarga, sampai percakapan warung kopi, GERD mendadak naik kelas. Bukan lagi sekadar gangguan lambung, tapi disebut-sebut bisa menyebabkan jantung berhenti mendadak.
Kenapa harus belajar bahasa Inggris? Pertanyaan ini sering kali muncul, terutama bagi mereka yang ingin meningkatkan kualitas hidup, baik dalam aspek karir maupun kehidupan sehari-hari. Bahasa Inggris bukan hanya bahasa internasional yang digunakan di banyak negara, tetapi juga merupakan kunci untuk membuka berbagai peluang, baik untuk karir global maupun interaksi dengan orang dari berbagai budaya.
Ketika sebuah buku memoir tiba-tiba menjadi pembicaraan hangat masyarakat, bukan hanya karena nama besar penulisnya, tetapi karena ceritanya menyentuh ranah kehidupan yang sering tidak dibicarakan, kita tahu bahwa itu bukan sekadar bacaan biasa. Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah karya Aurelie Moeremans adalah salah satu karya seperti itu, bukan fiksi romantis ataupun kisah selebritas glamor, melainkan pengakuan jujur tentang luka masa remaja yang tersembunyi dan bentuk eksploitasi yang sangat berbahaya, child grooming.
Di Indonesia, di mana tantangan air bersih dan sanitasi masih menjadi persoalan kompleks, kehadiran Wavin membawa standar baru. Produk-produk Wavin dirancang agar tahan terhadap korosi, tekanan tinggi, suhu ekstrem, serta memperpanjang umur pakai sistem instalasi. Setiap pipa Wavin dicetak dengan logo resmi pada badan pipa lengkap dengan penanda meteran sebagai ciri keaslian. Sebuah identitas yang menegaskan bahwa Wavin dan Rucika berbeda, terutama dalam hal keaslian, mutu, dan kejelasan sumber produksi.