Yayoi Kusama Si Seniman Sakit Jiwa

YAYOI KUSAMA
Yayoi Kusama seniman asal Jepang

Timeline instagram sedang diramaikan dengan foto dari pameran karya Yayoi Kusama yang saat ini tengah berlangsung di Museum Macan Jakarta Barat. Bagi Anda yang belum melihat dan belum mengenal karya-karyanya, yuks mencari tahu dulu siapa sosok seniman asal Jepang ini?

Kusama lahir di jaman seniman merupakan profesi yang ngawur. Terlebih saat 1940-an jepang baru saja mengalami kekalahan di Perang Dunia II dan ini membuat psikis Kusama semakin rapuh. FYI sejak kecil Kusama telah mengidap penyakit Rijinso yang merupakan penyakit kejiwaan yang membuat alam bawah sadarnya dipenuhi dengan halusinasi. Dalam pikirannya, Kusama kerap melihat aura seputar obyek yang dilihatnya berikut binatang yang berbicara. Keriuhan alam halusinasinya inilah yang coba direkamnya melalui melalui gambar, sekaligus terapi bagi kondisinya.

Baca Juga: Exi(s)t 2017; Saat yang Muda Memprediksi Masa Depan

Perkenalan Kusama dengan dunia seni saat ia belajar nihonga yaitu seni khas Jepang, namun ia berpaling ke avant garde karena menganggap nihonga membatasi kreasinya. Meskipun menolak dikategorikan dalam aliran seni tertentu, Kusama mengakui akan ketertarikannya akan eksplorasi karya yang memiliki kecenderungan mistis, seperti karya perupa asal Amerika Serikat, Geogia O’Keefe. Kedekatan mereka yang membawa Kusama hijrah ke Amerika karena ia menganggap Amerika adalah kiblatnya seni rupa dunia.

Baca Juga: Between The Line: ‘Melihat Apa yang Tak Terlihat’

Pada Oktober 1959, dalam pameran tunggalnya Kusama menampilkan lima lukisan putih di atas hitam yang dianggap membawa aliran baru dalam dunia seni pop. Namun saat kembali ke Jepang pasca reformasi ekonomi ia justru mendapat komentar dangkal seputar sisi psikologis dan sikapnya yang eksentrik. Pada 1977, kusama pindah secara permanen ke sebuah rumah sakit jiwa di Tokyo dan membangun studionya sendiri. Saat itulah ia memunculkan kembali motif-motif yang telah lama ia tinggalkan seperti polkadot, bunga, dan labu. Motif-motif inilah yang saat ini kita kenal dan hits di kalangan penikmat seni.

Advertisements

Author: Ninin Rahayu Sari

Architecture Graduate | Content Creator | Former Journalist at Home Living Magazine & Tabloid Bintang Home | Google Local Guide | Yoga Enthusiast

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.