Pengrajin Anyaman Lontar di Pulau Solor

Mama Bernadete dan para mama lainnya sedang mengerjakan anyaman di Rumah Du'Anyam
Mama Bernadete dan para mama lainnya sedang mengerjakan anyaman di Rumah Du’Anyam (Foto: Dok. Samsung Indonesia)

Pohon lontar merupakan hasil alam yang banyak dijumpai di Nusa Tenggara Timur khususnya Pulau Solor. Tanaman ini memiliki banyak manfaat mulai dari daun, batang, buah hingga bunganya yang dapat disadap untuk diminum langsung sebagai legen (nira), difermentasi menjadi tuak ataupun diolah menjadi gula siwalan (sejenis gula merah). Dengan kekayaan alam ini, warga Pulau Solor banyak memanfaatkannya sebagai sumber mata pencaharian tambahan selain berkebun. Daun lontar misalnya, dimanfaatkan para “Mama” – sebutan untuk ibu-ibu oleh warga setempat – sebagai bahan dasar kerajinan anyaman.

Baca Juga: Pencahayaan yang Baik

Anyaman daun lontar merupakan salah satu tradisi turun temurun yang dilakukan masyarakat Pulau Solor. Biasanya, para Mama mengerjakan anyaman di sela-sela istirahatnya setelah membantu suami mereka berkebun. Dulu membuat anyaman hanya untuk perabotan rumah tangga yang dipakai sendiri, namun sejak adanya komunitas Du’Anyam, anyaman daun lontar menjadi anyaman yang bernilai tinggi. Bagi para Mama di Pulau Solor, kini menganyam menjadi salah satu solusi agar para Mama tetap mendapatkan penghasilan tanpa harus pergi ke ladang yang jauh.

Advertisements

Author: Ninin Rahayu Sari

Morning Person | Architecture Graduate | Former Journalist | Healthy Lifestyle | Coffee Addict

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.