Gaya Osteria di Da Maria Bali

 

Da Maria

Da Maria merupakan restoran Italia modern bergaya Osteria hasil karya pengusahan restoran asal Australia, Maurice Terzini. Dibantu oleh Lazarini Pickering, Terzini merealisasikan semua imajinasinya akan desain sebuah resto yang unik dan khas. Selain tampilannya yang spesial, Da Maria hadir menawarkan keragaman makanan Italia, wine, musik, fashion, seni, dan kebersamaan bergaya Capri, salah satu pulau di Italia, di wilayah teramai di Bali, Seminyak.

Terzini sendiri salah satu pengusaha paling kreatif yang ada di Australia. Ia terkenal akan restoran –restorannya yang khas. Terzini memiliki talenta untuk beimajinasi dan merealisasikan imajinasinya. Visinya sangat maju dengan ide, gaya, dan pemilihan lokasi yang sangat cemerlang. Itulah yang akhirnya membawanya ke Da Maria.

Restoran milik Terzini yang terkenal di Sydney, Australia antara lain Icebergs Dining Room and Bar (IDRB), Da Orazio Pizza & Porchetta di Pantai Bondi dan The Dolphin Hotel di Surry Hilla serta Caffe e Cucina dan Melbourne Wine Room yang diluncurkannya di awal karirnya. “Saya menghabiskan masa muda saya di pantai Adriatic, Italia. Kecintaan saya terhadap budaya Italia diturunkan dari kedua orang tua saya yang keturunan Italia,” kata Terzini. Kecintaan Terzini akan budaya Italia ini menjadi benang merah akan desain Da Maria. “Da Maria adalah cerminan Maurice Terzini di Bali. Gaya Bali tentu tidak sesuai dengan ide-idenya terhadap restoran ini. Ia ingin menghadirkan hidangan Italia yang sederhana, segar, dan tidak rumit di ruangan bergaya tropis,” ujar Carl Pickering dari Lazarini Pickering Architects.

Untuk desainnya Pickering terinspirasi dari Pantai Amalfi di era 1960-an dengan palet bitu putih yang segar dan gaya geometris yang tegas. Desain ini merupakan penghargaan bagi desainer asal Italia, Gio Ponti yang menciptakan Sorrento hotel il Parco dei Principi di tahun 1960. Di Da Maria, Pickering ingin menciptakan ruang yang segar, meskipun dengan pendingin udara tapi pengunjung tetap merasa seperti berada di taman. Dasar dari desain ini adalah keluguan dan kesederhanaan bergaya Eropa yang rapi dengan penambahan nuansa hijau dari tanaman khas Bali seperti pohon karet, kaktus, dan ranting markisa yang terjurai sepanjang tembok dari langit-langit yang terinspirasi dari gaya Roman Pantheon yang dapat dibuka-tutup. Tiga air mancur yang dicat dengan motif geometris berwarna biru dan putih, terletak di bawah lampu gantung yang dibuat di Bali, yang engingatkan akan restoran bergaya courtyard di Italia. Setiap elemen hias di Da Maria dibuat di Bali, seperti meja dan kursi yang merupakan ekspresi dari gaya fer forge Perancis. Langit-langit di Da Maria menjadi elemen desain paling menakjubkan, Pickering menyebutnya sebagai Kapel Sistine Bali. Desain langit-langit menampilkan pola garisgaris diagonal pontiesque bertemu dengan tembok hingga menjadi pola garis-garis. Elemen grafis yang kedua terletak pada bar dan air mancur yang didesain menyerupai pola lantai. Semua ini dikerjakan secara manual oleh para pengrajin.

3 Comments Add yours

  1. yeyen2 says:

    Restaurant yg istimewa

    Like

      1. yeyen2 says:

        Iya,bagus2 juga tulisan blognya

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.