Dieng Culture Festival, Pesta Budaya Masyarakat Dieng

dieng culture festival
NININMENULIS.COM – Setiap tahun masyarakat Dieng menyelenggarakan pesta budaya yang diberi nama Dieng Culture Festival. Untuk tahun ini, Dieng Culture Festival 2019 telah diselenggarakan untuk yang ke-10 kali. Tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Dieng Culture Festival dimeriahkan dengan berbagai sesi acara seperti Pentas Seni Budaya, Pergelaran Wayang Kulit, Festival Film, Pertunjukan Jazz atasAwan, dan masih banyak lagi lainnya. Ada satu acara yang menjadi ‘gong’ di Dieng Culture Festival, yakni acara ruwatan atau pemotongan rambut anak gimbal Dieng yang diselenggarakan di kompleks Candi Arjuna.

Sebagai pecinta pantai hanya Dieng Culture Festival yang dapat membuat saya ke gunung. Meskipun tidak bisa tidur karena suhu Dieng yang membuat saya gemetaran sepanjang malam namun semuanya terbayar saat menyaksikan seluruh rangkaian Dieng Culture Festival secara langsung. Ya, Dieng Culture Festival buka sekedar pesta budaya Dieng tetapi ada keelokan alam, keunikan budaya yang bercampur dengan mistis warga setempat, dan yang pasti kelezatan kuliner yang tersaji di Dieng.

Baca juga6 Obyek Wisata di Dieng yang Wajib Dikunjungi

Apa itu Dieng Culture Festival?

Dieng Culture Festival adalah festival budaya yang menggabungkan budaya masyarakat, wisata alam Dieng serta pemberdayaan masyarakat lokal. Dieng Culture Festival digagas oleh Kelompok Sadar Wisata dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan Dinas Kepariwisataan yang terkait di Dieng.

dieng
Sajen yang dipersiapkan sebelum ruwatan dimulai di Dieng Culture Festival

Dieng Culture Festival pertama kali diselenggarakan pada 2010. Sebelum Dieng Culture Festival pernah diadakan acara serupa yang lebih dikenal dengan sebutan Pekan Budaya Dieng. Baru ketika memasuki tahun ketiga, masyarakat lokal Dieng dan Kelompok Sadar Wisata berinisiatif untuk mengubah nama even tersebut menjadi Dieng Culture Festival.

Baca juga: Anak Rambut Gimbal Dieng, Bob Marley-nya Indonesia

Ada Apa di Dieng Culture Festival?

Rangkaian acara utama dalam Dieng Culture Festival yakni ruwatan atau prosesi penyucian yang melekat dengan kebudayaan dan adat di Jawa. Ruwatan anak rambut gimbal Dieng kurang lebih memiliki maksud yang sama, yakni suatu upacara atau ritual yang bertujuan untuk mengusir nasib buruk atau kesialan baik pada si anak rambut gimbal Dienga maupun masyarakat Dieng Pada umumnya.

Anak rambut gimbal dieng
Anak rambut gimbal Dieng yang turut dalam ruwatan di Dieng Culture Festival

Anak rambut gimbal Dieng sendiri merupakan sebuah fenomena unik yang sudah ada di Dieng sedari dahulu kala, Di mana anak-anak tertentu yang berusia antara 40 hari hingga 6 tahun tumbuh rambut gimbal di kepalanya secara alami.

Sebelum acara pemotongan rambut dalam Dieng Culture Festival, akan dilakukan ritual doa di beberapa tempat, di antaranya adalah Candi Dwarawati, Komplek Candi Arjuna, Sendang Maerokoco, Candi Gatotkaca, Telaga Balaikambang, Candi Bima, Kawah Sikidang, Gua di Telaga Warna, Kali Pepek dan tempat pemakaman Dieng. Keesokan harinya baru dilakukan kirab menuju tempat pencukuran. Selama berkeliling desa anak rambut gimbal Dieng dikawal para sesepuh, tokoh masyarakat, kelompok paguyuban seni tradisional, serta masyarakat.

Untuk diketahui anak rambut gimbal Dieng yang dapat diruwat yakni yang telah memiliki permintaan dan keinginan sang anak untuk diruwat. Apapun permintaan anak rambut gimbal Dieng ini harus dipenuhi agar semua nasib sial hilang. Permintaan anak rambut gimbal Dieng ini bermacam-macam mulai dari seekor kambing hingga hanya minta dibelikan minuman kemasan anak-anak yang banyak dijual. Ya namanya juga anak-anak, permintaannya juga khas anak-anak.

Baca jugaReview Buku: 3 Buku Wisata Bali

Dieng Culture Festival 2019

Selain pemotongan rambut anak gimbal Dieng, Dieng Culture Festival juga dimeriahkan acara-acara lain seperti jalan sehat dan minum purwaceng (minuman khas asli Dieng), pertunjukan seni tradisi, pemutaran nominator festival film dieng, pagelaran wayang kulit, pesta lampion dan kembang api, pagelaran jazz atas awan. Dinginnya Dieng ternyata membuat acara ini makin terasa spesial. Gimana tidak spesial, di suhu yang tembus -4 derajat celcius dan ketinggian 2000 meter, ada lantunan musik Jazz Atas Awan yang syahdu.

Setelah 10 tahun, Dieng Culture Festival masih konsisten jadi festival budaya yang berhasil menyedot puluhan ribu massa. Event Dieng Culture Festival 2019 ini rencananya akan digelar pada tanggal 2-4 Agustus 2019 di Desa Wisata Dieng Kulon, Banjarnegara. Mengapa Agustus dipilih? Mungkin di bulan Agustus suhu di Dieng mencapai puncak terdinginnya.

Bagi kamu yang ingin mengunjungi Dieng Culture Festival, ada dua opsi untuk datang. Cara pertama ikutan trip dengan membeli paket wisata ke salah satu travel organizer yang menyediakan paket Dieng Culture Festival. Biasanya sudah disiapkan semuanya, mulai tiket, homestay, makan, wisata, dan juga transport. Udah ada guidenya juga yang bakal bikin kamu lebih mudah menikmati wisata di Dieng. Cara kedua, mengatur perjalanan sendiri mulai transport, homestay, tiket, dan lain sebagainya. Resiko mengatur perjalanan sendiri yakni kamu bisa kehabisan homestay dan tiket Dieng Culture Festival di mana sangat terbatas.

dieng culture Festival
Besarnya animo wisatawan untuk hadir menyaksikan Dieng Culture Festival

Ayo pesan dan atur perjalanan kamu untuk menyaksikan Dieng Culture Festival dari sekarang jangan sampai kehabisan karena besarnya animo pengunjung ke Dieng Culture Festival bukan hanya dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri loh.

Advertisements

Author: Ninin Rahayu Sari

Architecture Graduate | Content Creator | Former Journalist at Home Living Magazine & Tabloid Bintang Home | Google Local Guide | Yoga Enthusiast

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.