Donor Darah Saat Pandemi

donor darah

NININMENULIS.COM – Sudah menjadi pendonor darah sejak 2006, tidak terbayang sebelumnya bahwa akan donor darah saat pandemi COVID-19 seperti sekarang. Perasaan takut terpapar virus saat donor darah merupakan hal yang harus dimaklumi. Tetapi bila mengingat banyak orang-orang yang membutuhkan bantuan darah, seperti orang-orang yang mengalami kecelakaan, Ibu melahirkan, orang yang sedang operasi, hingga para penderita Thallasemia, rasanya tidak bijak bila mengabaikan donor darah karena rasa kekhawatiran semata. Karena PMI (Palang Merah Indonesia) sudah mempersiapkan protokol kesehatan yang aman bagi para pendonor. Apa saja itu? Ini pengalaman aku saat donor darah pada Jumat (24/7) lalu di Ice Palace, Lotte Shopping Avenue Jakarta Selatan.

Setiap tiga bulan aku selalu diingatkan dan diundang KalCare untuk kembali melakukan donor darah. Banyak yang bertanya, “kok enak bisa diingetin terus? Kenapa aku tidak pernah diundang?” Untuk itu aku sendiri tidak tahu pasti mengapa mereka rutin menginformasikan jadwal donor darah, mungkin karena golongan darah aku termasuk yang langka, AB. Yups, aku seorang pemilik darah AB yang saat donor darah selalu mendapatkan kalimat, “wah, AB ya. Sehari ini baru empat orang yang AB.”, “AB itu langka loh mbak, hati-hati jaga kesehatan ya mbak.” Bangga? Banget.

Baca juga#AksiSehatCeria yang Berbuah Bonus Plus-plus

Terhitung sudah puluhan kali aku mendonorkan darah, tetapi kartu donor darah selalu hilang entah kemana sehingga di kartu donor darah terakhir ini aku tercatat donor darah baru yang ke-15 kalinya. Dan selama donor darah baru sekali gagal donor karena Hb atau hemoglobin rendah di bawah 12 gram. Memangnya apa saja sih syarat orang dapat mendonorkan darahnya? Dikutip dari PMI, pendonor harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Berusia 17-60 tahun (usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat izin tertulis dari orangtua). Untuk syarat satu ini tidak perlu ditanya yess.

  • Berat badan minimal 45 kg. Jadi bagi yang ingin menjadi pendonor lupain yang namanya diet, tetapi jangan overweight juga. Dari pengalaman aku, sulitnya mencari pembuluh darah yang ‘terbenam’ di dalam timbunan lemak merupakan kendala bila overweight.

  • Temperatur tubuh 36,6 – 37,5 derajat Celcius. Dalam kondisi saat ini disaat pengecekan temperatur dimana-mana tentu tidak sulit mengetahui suhu tubuh. Seperti aku yang sejak naik commuter line sudah di suhu 35,1 derajat Celcius.

  • Tekanan darah baik yaitu sistole 110-160 mmHg, diastole 70-100 mmHg. Lebih tinggi sedikit meskipun masih normal tekanan darah aku, sistole 120 mmHg, diastole 90 mmHg.

  • Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50-100 kali/menit.

  • Hemoglobin perempuan minimal 12 gram, sedangkan untuk laki-laki minimal 12,5 gram. Sempat gagal sekali karena Hb rendah selalu deg-degan saat pemeriksaan Hb dan alhamdulillah Hb kali ini di 12,5 gram.

  • Jumlah penyumbangan per tahun paling banyak 5 kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan.

  • Calon donor dapat mengambil dan menandatangani formulir pendaftaran, lalu menjalani pemeriksaan pendahuluan, seperti kondisi berat badan, Hb, golongan darah, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan dokter. Dan di saat new normal saat ini, formulir yang harus diisi pun bertambah dengan adanya formulir deteksi dini corona virus disease atau COVID-19.

formulir deteksi dini covid-19
Formulir Deteksi Dini Corona Virus Disease (COVID-19)

Formulir deteksi dini corona virus disease atau COVID-19 bukan satu-satunya yang berbeda dalam donor darah saat pandemi seperti sekarang. Beberapa hal pun mengalami perubahan sesuai dengan protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah, apa saja itu?

Jumlah Pendonor yang Tidak Banyak

Donor darah saat pandemi COVID-19 memang tidak mudah, apalagi bila melibatkan banyak orang. Untuk menghindari kerumunan donor darah kali ini dibagi menjadi 2 sesi, sesi pertama pukul 11.00-14.00 dan sesi kedua di jam 16.00-19.00. Selain itu pemilihan venue donor darah pun dipilih tempat yang lebih luas sehingga setiap orang dapat menjaga jarak aman 1-2 meter. Bila biasanya donor darah yang aku ikuti berlokasi di KalCare Store kali ini dipindahkan ke mini theater, Ice Palace, Lotte Shopping Avenue Jakarta Selatan.

donor darah
Pemilihan lokasi donor darah yang lebih luas

Pendaftaran via Online

Pendaftaran via online sudah diterapkan jauh sebelum pandemi. Biasanya aku mendapatkan link pendaftaran donor darah yang dikirim melalui whatsapp atau admin KalCare akan menawarkan diri untuk membantu pendaftaran melalui whatsapp. Mudah dan ringkas.

Physical Distancing Sesuai dengan Protokol Kesehatan.

Sejak di depan lokasi donor darah, aku sudah melihat beberapa protokol kesehatan yang diterapkan di lokasi, seperti banyaknya spot yang menyediakan hand sanitizer dan jarak antara kursi di area tunggu. Jalur mendaftaran pun dibagi dua, jalur pendaftaran online dan jalur pendaftaran on the spot yang pasing-masing dilengkapi dengan yellow line untuk tempat berdiri.

Petugas Ber-APD Lengkap

Hanya saat donor darah saat pandemi seperti sekarang sajalah kita akan dilayani para petugas PMI yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Mulai dari petugas yang mengambil darah hingga orang yang bertugas menyemprotkan disenfektan ke tempat tidur yang telah dilapisi plastik setelah digunakan, sehingga setiap berganti pendonor dipastikan tempat tidur yang digunakan dalam kondisi steril.

donor darah di new normal
Donor darah dengan menerapkan protokol kesehatab

Jalur Sirkulasi yang Jelas

Jalur sirkulasi yang jelas sangat penting untuk menghindari orang saling kontak. Mulai dari jalur masuk, daftar, menunggu, cek kesehatan, donor, hingga jalur keluar semua dibuat terperinci dengan rambu-rambu yang mudah dilihat dan diterapkan.

donor darah
Jalur sirkulasi yang jelas dengan protokol kesehatan penanganan COVID-19

Baca jugaGERMAS, Solusi Cegah dan Kendalikan Faktor Resiko PTM

Dengan diterapkannya protokol kesehatan saat donor darah oleh PMI, diharapkan para pendonor tidak perlu takut lagi terpapar COVID-19. Karena selama masa pandemi PMI mengalami penurunan stok darah sekitar 10-20 persen terutama golongan darah AB, A, dan komponen darah tertentu. Padahal dengan rutin mendonorkan darah akan semakin meningkatkan kesehatan kita terutama di masa pandemi seperti sekarang. Beberapa keuntungan yang kita dapat dengan mendonorkan darah ialah:

donor darah saat pandemi
Donor darah saat pandemi
  • Menjaga Kesehatan Jantung

    Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Artinya menurunkan risiko penyakit jantung.

  • Meningkatkan Produksi Sel Darah Merah

    Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.

  • Membantu Menurunkan Berat Badan

    Good news banget buat yang sedang diet. Donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping.

  • Mendapatkan Kesehatan Psikologis

    Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Bahkan orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar.

  • Mendeteksi Penyakit Serius

    Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kamu, ini adalah ‘rambu peringatan’ yang baik agar kamu lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan sendiri.

Nah melihat banyaknya keuntungan yang kita dapat dengan mendonorkan darah dan lengkapnya protokol kesehatan yang dipenuhi saat proses donor darah, yakin masih ragu donor darah saat pandemi? Nggak usah ragu lagi, karena setitik darah kita sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Yuks donor darah!

Author: Ninin Rahayu Sari

Architecture Graduate | Content Creator | Former Journalist at Home Living Magazine & Tabloid Bintang Home | Google Local Guide | Yoga Enthusiast

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.