Petualangan Bhin Bhin, Atung, Dan Kaka

Bhin Bhin, Atung, dan Kaka. Pasti nama ketiga maskot Asian Games 2018 ini sudah tidak asing lagi. Tetapi ini bukan cerita tentang mereka, ini cerita saya, Mbak Sinta, dan Pipit. Bukan juga cerita kita bertiga yang sebagai Trio Kaka. Karena hanya kita bertiga yang ada di hari itu, seperti Bhin Bhin, Atung dan Kaka. Petualangan kita bertiga bukan sesuatu yang besar, hanya berkunjung dari event besar ke event yang lebih besar yang ada di Jakarta saja. Yang membuat saya senang sekaligus bangga, pertualangan kita hanya berawal dari satu keinginan kecil. No itinerary.

Merasakan Naik Bentor Berkeliling Pulau Penyengat

Tak sulit menemukan bentor di pulau ini. Sejak pompon yang saya naiki besandar di dermaga yang terbuat dari kayu, bentor-bentor tersebut terparkir rapi. Kita tidak bisa sesukanya memilih bentor yang kita inginkan. Mengapa? Karena semua bentor memiliki warna dan desain yang sama, berwarna merah, biru, dan kuning pada atapnya. Mungkin yang membedakan motor milik abang sopirnya, distater langsung nyala atau harus berkali-kali distater baru nyala.

Vihara Terbesar Se-Asia Tenggara

Vihara Avalokitesvara Graha yang berada di pusat kota Tanjung Pinang ini nyaris tidak saya hampiri mengingat hari yang mulai beranjak malam. Tapi teman memaksa untuk saya mengunjunginya mengingat inilah vihara terbesar se-Asia Tenggara. Terbesar. Kata ini yang akhirnya membawa saya sejauh 14 kilometer dari pusat kota ke kelurahan Air Raja atau di sebelah kiri Jalan WR Supratman yang menjadi jalur lintas Tanjung Pinang-Tanjung Uban, Batu 14.

Ubud Monkey Forest

Bali seakan tak pernah ada habisnya untuk dieksplor setiap obyek wisatanya. Mulai dari wisata pantai, gunung, wisata belaja, wisata sejarah, dan lain sebagainya semua lengkap ada di Bali. Salah satu obyek wisata yang sudah lama ada dan hingga kini masih diminati para wisatawan untuk datang kembali berkunjung yakni Ubud Monkey Forest. Monkey Forest dikenal juga dengan nama Mandala Wisata Wenara Wana atau Sacred Monkey Forest Sanctuary.

Masjid Sultan Riau di Pulau Penyenggat

Saat mengunjungi Bintan, Kepulauan Riau sempat bertanya dalam hati arsitektur apa yang bisa dieksplor di sini? Dengan menaiki perahu menyebrang ke Pulau Penyengat sampailah kepada bangunan masjid berwarna kuning yang cukup besar dan megah yang bernama Masjid Sultan Riau. Masjid ini menjadi eye catching karena posisinya yang strategis – tepat di depan dermaga dan gerbang Pulau Penyengat yang bertuliskan ‘Selamat Datang’.

Beach Club yang Ramah Anak

Sejak diresmikan Desember silam, Artotel Beach Club (ABC) mulai menjadi tujuan destinasi baru di wilayah Sanur, Bali. Berbeda dengan properti lainnya, ABC menjadi langkah awal Artotel Group dalam mendirikan food and beverage mandiri yang tidak berada di area bangunan hotel. Tidak hanya kalangan muda yang menyukai tempat ini, para pasangan baru, anak-anak, hingga manula pun terlihat mendominasi tempat ini

Melepas Tukik di Sangalaki

Pulau Sangalaki merupakan salah satu pulau dalam gugusan kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Kepulauan ini ibarat rumah yang nyaman bagi para penyu untuk bertelur, di sini mereka dilahirkan di sini pula nantinya mereke kembali untuk bertelur. FYI setiap harinya rata-rata 20 penyu dewasa mendatangi Pulau Sangalaki untuk bertelur yang jumlahnya mampu hingga ratusan butir.

Pulau Derawan Wisata Pantai Hingga Makam Kuda

Pernah mengunjungi salah satu pulau di kabupaten Berau Kalimantan Timur ini rasanya seperti mimpi. Keindahan yang ditampilkan alamnya bagaikan ‘surga’ yang diciptakan Tuhan untuk manusia di dunia. Ya, Pulau Derawan begitu pulau ini disebut. Untuk mencapai Pulau Derawan ini sekarang sangat mudah semenjak sudah adanya penerbangan langsung Jakarta-Tarakan, sehingga kita tak perlu berganti pesawat di Balikpapan.