Industri film horor Korea Selatan kembali menunjukkan tajinya lewat Salmokji: Whispering Water, sebuah film folk-horror terbaru garapan sutradara debutan Lee Sang-min. Di tengah menjamurnya film horor yang mengandalkan formula jumpscare dan ritual pengusiran setan, Salmokji hadir dengan pendekatan yang lebih atmosferik: sunyi, basah, gelap, dan perlahan mencekik.
Category: Living
ARCHITECTURE & INTERIOR – PRODUCT – GARDEN
Ada jenis cerita yang tidak hanya ingin ditonton, tapi juga dirasakan, meski rasanya tidak nyaman. Drama Korea If Wishes Could Kill adalah salah satunya. Tapi sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita jujur sejak awal.
Film sejarah Korea Selatan selalu punya tempat khusus di hati penonton, terutama bagi mereka yang menyukai kisah kerajaan, intrik politik, dan tragedi emosional yang membekas lama setelah kredit penutup berjalan. Tahun 2026, sutradara Jang Hang-jun kembali ke layar lebar lewat film terbaru berjudul The King’s Warden, sebuah drama sejarah yang mengangkat salah satu bab paling kelam dalam Dinasti Joseon.
Di tengah banjir novel populer yang sering mengandalkan romansa instan atau konflik yang mudah ditebak, hadir sebuah karya yang terasa berbeda yakni Rahasia Salinem. Novel ini bukan sekadar kisah tentang keluarga, bukan pula hanya cerita sejarah biasa. Ia adalah perpaduan antara tragedi, warisan budaya, misteri keluarga, dan perjalanan batin yang disusun dengan detail begitu rapi hingga pembaca dibuat terus bertanya-tanya, siapa sebenarnya Salinem?
Ada novel yang selesai dibaca lalu selesai pula pengaruhnya. Tapi ada juga novel yang tetap tinggal, seperti aroma yang menempel di ujung baju setelah melewati ruang penuh asap, samar, tetapi membekas. Gadis Kretek karya Ratih Kumala adalah jenis novel kedua.
Ketika sebuah buku memoir tiba-tiba menjadi pembicaraan hangat masyarakat, bukan hanya karena nama besar penulisnya, tetapi karena ceritanya menyentuh ranah kehidupan yang sering tidak dibicarakan, kita tahu bahwa itu bukan sekadar bacaan biasa. Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah karya Aurelie Moeremans adalah salah satu karya seperti itu, bukan fiksi romantis ataupun kisah selebritas glamor, melainkan pengakuan jujur tentang luka masa remaja yang tersembunyi dan bentuk eksploitasi yang sangat berbahaya, child grooming.
Di Indonesia, di mana tantangan air bersih dan sanitasi masih menjadi persoalan kompleks, kehadiran Wavin membawa standar baru. Produk-produk Wavin dirancang agar tahan terhadap korosi, tekanan tinggi, suhu ekstrem, serta memperpanjang umur pakai sistem instalasi. Setiap pipa Wavin dicetak dengan logo resmi pada badan pipa lengkap dengan penanda meteran sebagai ciri keaslian. Sebuah identitas yang menegaskan bahwa Wavin dan Rucika berbeda, terutama dalam hal keaslian, mutu, dan kejelasan sumber produksi.
Di balik kabut pagi Agam, ketegangan antara manusia dan Harimau Sumatera perlahan menemukan penengahnya. Tengku Lidra, pendamping komunitas dari Yayasan SINTAS Indonesia, hadir menjembatani dua dunia yang saling membutuhkan namun kerap berbenturan. Melalui PAGARI, ia mengubah rasa takut warga menjadi gerakan kolektif menjaga hutan, ternak, dan harapan akan harmoni yang mungkin tercipta.
Tak usah sedih buat kamu yang belum sempat hadir ke TIM juga bisa ikut secara online dengan ikutan photo challenge. Caranya cukup foto Kipas Angin Miyako tipe apa aja dan tag Miyako serta pakai hastag #BIGFAN #AdemnyaBikinSalfok #KipasAngin (periode sampai 21 November) untuk lebih lengkapnya bisa cek social media Miyako yess!.
Tahun 2025 ini, COP30 akan digelar di Belém do Pará, Brasil, tepat di jantung Amazon, paru-paru dunia yang kini juga menjadi simbol pertarungan antara harapan dan kehancuran. Lokasinya bukan kebetulan. Amazon adalah bioma penting yang menampung keanekaragaman hayati luar biasa sekaligus menyerap jutaan ton karbon dari atmosfer. Menyelamatkan Amazon berarti menjaga denyut kehidupan di seluruh planet.