teman dan tawon

Belajar Gaya Lukis Pengosekan dari Karya I GAK Murniasih

Salah satu karya yang menarik perhatian saya saat mengunjungi pameran Dunia dalam Berita di Museum Macan lalu yakni karya lukisan dari I GAK Murniasih. Karyanya sangat ‘blak-blakan’ sarat akan unsur sensualitas dan representasi tubuh dalam konteks personal. Tengok saja salah satu karyanya yang berjudul Teman dan Tawon (1996).

batik iwan tirta

Di Balik Ketenaran Batik Iwan Tirta

Siapa yang tidak mengenal nama besar pembatik Iwan Tirta. Karya dan ragam batiknya disukai hingga mancanegara, batiknya juga kerap menjadi koleksi para pejabat dan pesohor dunia. Sebenarnya bagaimana Iwan Tirta memulai karirnya dan darimana Iwan Tirta menemukan berbagai ragam dan corak yang akhirnya memperkaya motif batik Iwan Tirta? Dan saya mendengar cerita tentang batik Iwan Tirta ini dari seorang ahli wastra, Hudi Suharnoko.

shameless gold iv

Dualisme Mella Jaarsma

Salah satu karya Mella Jaarsma yang turut dipamerkan dalam pameran Dunia dalam Berita di Museum Macan yaitu Shameless Gold IV (2002). Karya-karya instalasi Mella Jaarsma berfokus pada berbagai bentuk keragaman ras dan budaya yang tercermin lewat pakaian, tubuh, dan makanan. Instalasi Mella Jaarsma melibatkan kostum yang dibuat dari bahan-bahan yang simbolis dan meterial tekstil yang ‘hidup’ saat dipakai oleh model. Karya-karyanya seringkali dibuat sebagai reaksi terhadap kondisi sosial dan politik.

i nyoman masriadi

Museum MACAN Hadirkan 10 Perupa di Pameran Dunia dalam Berita

Dunia dalam Berita yang dihadirkan Museum MACAN mulai 1 Mei-29 Juli 2019 menampilkan dua generasi perupa yang dapat dikelompokkan berdasarkan keterlibatan mereka dengan media dan informasi, politik, serta cara-cara baru dalam pembuatan visual. ke-10 perupa tersebut yakni Agus Suwage, FX Harsono, Heri Dono, I GAK Murniasih, I Nyoman Masriadi. Krisna Murti, Mella Jaarsma, S. Teddy D, Taring Padi, dan Tisna Sanjaya.

museum macan

Museum MACAN Persembahkan Dunia dalam Berita mulai 1 Mei-21 Juli 2019

Museum MACAN, institusi yang berfokus pada seni modern dan kontemporer kembali mempersembahkan sebuah pameran yang menelaah perkembangan seni kontemporer Indonesia di masa menjelang dan setelah reformasi 1998. Pameran yang bertajuk Dunia dalam Berita ini menampilkan karya dari 10 perupa kontemporer kenamaan Indonesia yang akan diselenggarakan mulai 1 Mei-21 Juli 2019.

Kain Ikat Hinggi Khas Sumba

Salah satu kain ikat yang paling terkenal di Indonesia dan juga di dunia adalah ikat Sumba, khususnya Hinggi. Kain ikat persegi panjang ini digunakan kaum pria Sumba sebagai penutup pundak dan diikat di pinggul menjurai hingga lutut. Kain Hinggi juga digunakan sebagai hadiah dan ditukarkan kepada anggota keluarga atau kelompok sosial lain di Sumba. Misalnya, kain ikat Hinggi yang diberikan oleh keluarga wanita untuk ditukarkan dengan hadiah seperti emas, perak, senjata dan kuda dari keluarga mempelai pria. Pertukaran ini melambangkan adanya hubungan antara kedua keluarga.