Konsep Hijau UMN (Part 2)

UMN di kelilingi area hijau luas yang berfungsi sebagai pemasok oksigen dan mengurangi efek panas, serta mendinginkan suhu di sekitar bangunan. Melalui evapotranspirasi, udara mengalir ke gedung dan beredar di sekitar area terbuka serta koridor. Beberapa atap pun telah dirubah menjadi atap hijau yang menyediakan ruang terbuka tambahan.

Advertisements

Konsep Hijau UMN (Part 1)

UMN mendesain dan menerapkan konsep berbeda yakni bangunan hijau. Tidak hanya pada bangunannya saja, sebagai instansi pendidikan, UMN menularkan semangat hijau kepada mahasiswa dan lingkungan sekitarnya melalui pengaturan di dalamnya. Maka tak heran bila UMN menyabet IAI Award 2018, juara pertama Gedung Hemat Energi pada Penghargaan Efisiensi Energi Nasional 2013 dan penghargaan Energy Efficient Building kategori Tropical Building pada ASEAN Energy Award 2014 di Vientiane, Laos.

Exi(s)t 2017; Saat yang Muda Memprediksi Masa Depan

Exi(s)t merupakan wadah anak muda untuk mengembangkan berbagai potensi artistik di mana dialog kritis antara partisipan, mentor, serta kurator menjadi proses utama. Dalam pameran kali ini, Exi(s)t mengundang 15 seniman muda Jakarta yang diundang untung merepresentasikan generasi muda scene seni rupa Jakarta yang kian beragam. Ke-15 seniman yang terlibat, Bey Shouqi, Dhanny Sanjaya, Edita Atmaja, Faisal Rahman Ursalim, Fransisca Retno, Gadis Fitriana, Grace Joetama, Ivan Christianto, Kara Andarini, Monica Hapsari, Ratu R. Saraswati, Rianti Gautama, Sarita Ibnoe, Wangsit Firmantika, dan Yaya Sung.

Between The Line: ‘Melihat Apa yang Tak Terlihat’

Lukisan-lukisan ‘potret’ yang dikerjakan Guntur Triyadi nampak tak biasa dan darinya kita bisa mengenal beberapa sosok bersejarah seperti Che Guevara, RA Kartini. Karl Marx, Chairil Anwar, Mao Zedong, atau Lauw Ping Nio (Nyonya Meneer). Para tokoh tersebut tidak digambarkan sebagaimana kebiasaan potret biasa, mereka nampak dengan gestur tubuh khusus bahkan dengan sikap tubuh yang tengah ‘bercerita’.