Ngopi di Tanamera PIK

Coffee shop kelima milik Tanamera yang berlokasi di Pantai Indah Kapuk (PIK) mudah dikenali dari fasadnya. Dominasi hitam membuatnya terlihat menonjol dari ruko di sekitarnya. Sebuah bangku panjang sempat membuat saya menyangka itu merupakan bagian dari main entrance. Ternyata sebuah pintu kecil yang posisinya di pojok fasadlah main entrance sesungguhnya.

Advertisements

Wawancara dengan Juara Indonesia Latte Art Championship (ILAC) 2016

Inilah sosok juara Indonesia Latte Art Championship (ILAC) 2016, Ovie Kurniawan, barista Common Ground Bandung. Ia telah mengukuhkkan posisinya sebagai juara untuk kedua kalinya dan memperbaiki peringkatnya di World Latte Art Championship (WLAC) 2017. Kini sosok barista di peringkat 18 dunia yang tidak gemar minuman berkafein ini terus menggali kemampuannya tidak hanya piawai dalam ‘melukis’ di atas kopi namun juga pandai dalam meracik kopi yang nikmat.

Menikmati Pizza Italia di Bali

Luigi’s Hot Pizza merupakan pizza oven yang dibuat khusus dari Napoli, Italia. Adonan pizzanya dibiarkan mengembang secara natural selama 24 jam dan seratus persen dibuat dengan tangan oleh Pizzaiolo dari Napoli secara tradisional. Chef Steve Skelly telah menciptakan menu yang sederhana seperti salad dengan bayam dan wortel, kismis dan kacang yang dipanggang, zucchini dengan kubis merah, edamame dan tarragon; serta semangka dan keju feta, mint, basil, chili, dan kacang walnut yang manis menjadi teman yang tepat untuk menyantap pizza tradisional Napoli.

Easy Smart TV

Easy Smart TV hadir dengan ukuran lebih besar dan dilengkapi dengan tiga akses ke aplikasi internet browsing, YouTube, dan Netflix dalam satu sentuhan di remote. Easy Smart TV memiliki kejernihan gambar dalam Ultra HD karena dukungan X4 Master Engine yang menggabungkan variasi warna dari rich color dengan teknologi prosesor kontras.

Exi(s)t 2017; Saat yang Muda Memprediksi Masa Depan

Exi(s)t merupakan wadah anak muda untuk mengembangkan berbagai potensi artistik di mana dialog kritis antara partisipan, mentor, serta kurator menjadi proses utama. Dalam pameran kali ini, Exi(s)t mengundang 15 seniman muda Jakarta yang diundang untung merepresentasikan generasi muda scene seni rupa Jakarta yang kian beragam. Ke-15 seniman yang terlibat, Bey Shouqi, Dhanny Sanjaya, Edita Atmaja, Faisal Rahman Ursalim, Fransisca Retno, Gadis Fitriana, Grace Joetama, Ivan Christianto, Kara Andarini, Monica Hapsari, Ratu R. Saraswati, Rianti Gautama, Sarita Ibnoe, Wangsit Firmantika, dan Yaya Sung.

Between The Line: ‘Melihat Apa yang Tak Terlihat’

Lukisan-lukisan ‘potret’ yang dikerjakan Guntur Triyadi nampak tak biasa dan darinya kita bisa mengenal beberapa sosok bersejarah seperti Che Guevara, RA Kartini. Karl Marx, Chairil Anwar, Mao Zedong, atau Lauw Ping Nio (Nyonya Meneer). Para tokoh tersebut tidak digambarkan sebagaimana kebiasaan potret biasa, mereka nampak dengan gestur tubuh khusus bahkan dengan sikap tubuh yang tengah ‘bercerita’.

Festival Yoga, Komoditi atau Gaya Hidup Sehat?

Menambah wawasan bertemu dengan para yogi/yogini mungkin itu yang paling terlihat dari ajang-ajang seperti ini. Namun sayangnya, karena telah menjadi sebuah komoditi, sebuah festival yoga kerap hanya dipakai untuk ajang ‘dagang’ baik para penyelenggara, sponsor, atau pun praktisi. Alih-alih untuk memasyarakatkan olahraga, justru banyaknya produk ‘jualan’ yang mendominasi venue. Lantas apakah hal tersebut salah?