NININMENULIS.COM – “Kapan nikah?”, “kapan punya anak?”, “kapan nambah anak?”, bla…bla..bla… dan pertanyaan kapan lainnya. Pertanyaan-pertanyaan semacam itu tentu sudah tidak asing lagi kita dengar. Ada yang menganggapnya sebagai angin lalu, namun juga ada yang menjadikan pertanyaan tersebut sebagai beban mental. Kita tidak pernah tahu seberapa keras usaha seseorang untuk ‘menjawab’ pertanyaan tersebut. Pertanyaan yang dianggap biasa bagi yang bertanya sesungguhnya memberikan efek psikologis yang besar bahkan tidak sedikit yang depresi dari pertanyaan kepo seperti itu. “Saya pernah di kondisi depresi hingga tidak bisa tidur dan ketakutan, takut meninggal dan tidak bisa tenang,” buka Grace Tahir saat bercerita perjuangan saat hamil anak kedua.
Hakikatnya setiap pasangan menikah tentu menginginkan langsung memiliki buah hati. Sulit hamil, tentu tidak pernah ada dalam bayangan wanita mana pun. Bahkan tidak sedikit wanita yang belum hamil mendapatkan penghakiman baik dari lingkungan maupun keluarga. Tidak sedikit pula yang menjatuhkan kesalahan di pundak wanita. “Belum memiliki keturunan itu bukan kesalahan wanita. Itu hal yang harus dicari tahu penyebabnya oleh pasangan suami istri secara bersama-sama,” kata dr. Malvin Emeraldi Sp. OG(K)FER, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Konsultan Subspesialis Fertilitas & Hormon Reproduksi Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) saat di acara talkshow PCOS, Masih Mungkinkah untuk Hamil Alami?
Talkshow yang terselenggara berkat kerjasama Mayapada Hospital dengan Danpac (holding company Ovutest), dan Everest Media ini diadakan pada Sabtu (3/12) lalu bertempat di Auditorium Tower 1, Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS). Selain menghadirkan dr. Malvin Emeraldi Sp.OG(K)FER, talkshow yang berlangsung interaktif dan penuh keharuan dari kisah para pejuang garis dua ini juga menghadirkan Grace Tahir, Direktur Mayapada Hospital yang juga Co-Founder Everest Media dan Chery Lim, Product Manager Ovutest.

Mayapada Hospital sendiri merupakan rumah sakit terbaik di Jakarta, Tangerang, Bogor, Surabaya, dan Bandung yang didirikan oleh Mayapada Healthcare Group yang didukung para dokter dan profesional kesehatan terbaik yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Mayapada Hospital juga menyediakan berbagai layanan kebidanan dan kandungan bagi wanita segala usia. Mulai dari pengobatan maternal-fetal, onkologi ginekologi, endokrinologi dan infertilitas reproduksi, urogynecology, laparoskopi, dan lain sebagainya. Fasilitas yang tersedia untuk layanan kebidanan dan kandungan meliputi 5 ruang konsultasi yang dilengkapi dengan USG dan kursi gynecology, ruang perawatan kolposkopi, 3D dan 4D USG, pap smear dan thin prep test, ruang histeroskopi, dan klinik inseminasi.
Contents
Sindrom PCOS dan Kehamilan
Sebagai pembuka talkshow PCOS, Masih Mungkinkah untuk Hamil Alami?, dr. Malvin menjelaskan terlebih dahulu apa itu PCOS sebagai penyebab susah hamil, “PCOS adalah Sindrom Ovarium Polikistik atau Stein-Leventhal Syndrome, suatu kelainan pada wanita yang ditandai dengan adanya hiperandrogenisme dengan anovulasi kronik dan tidak disertai dengan kelainan pada kelenjar adrenal maupun kelenjar hipofisis. Wanita yang mengalami PCOS ini menjadi infertil (tidak subur), karena tidak ada sel telur yang matang, sehingga tidak terjadi pertemuan sperma dengan sel telur.”
Menurut data epidemiologi, secara global sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovarian syndrome (PCOS) diperkirakan diderita oleh lebih dari 116 juta atau sekitar 3,4 persen wanita di seluruh dunia. PCOS diperkirakan merupakan penyakit metabolik yang paling sering dialami wanita usia subur. Sedangkan di Indonesia sendiri, meskipun belum ada sata resmi mengenai prevalensi nasional sindrom ovarium polikistik (PCOS), dalam sebuah studi, diidentifikasi 105 pasien dengan PCOS. Dari jumlah tersebut, 94,2 persen pasien mengeluhkan oligo atau amenore, dan 32,4 persen mengalami hirsutisme. Mayoritas pasien PCOS atau sebanyak 45,7 persen, berada dalam rentang usia 26-30 tahun.

Untuk mengetahui seorang wanita menderita PCOS atau tidak dapat dilihat secara klinis tanda awalnya. Wanita yang mengalami sindrom PCOS memiliki gejala klinis seperti,
-
Amenorrhea atau tidak terjadinya menstruasi dan Oligomenorea atau menstruasi yang tidak teratur.
-
Ovarium polikistik yang merupakan gangguan hormonal yang menyebabkan pembesaran ovarium dengan kista kecil di tepi luar. Penyebab sindrom ovarium polikistik belum begitu dipahami, tetapi dapat melibatkan perpaduan faktor genetik dan lingkungan. Gejalanya berupa menstruasi yang tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebih, jerawat, dan obesitas.
-
Hiperandrogenisme ditandai dengan produksi androgen berlebihan pada kelenjar ovarium dan kelenjar adrenal
Jika seorang wanita memiliki dua dari tiga gejala klinis di atas, bisa jadi ia terdiagnosis PCOS yang menjadikannya sulit hamil.
“Pasien PCOS, biasanya rentan terkena diabetes. Untuk mengetahui lebih dalam lagi maka dilakukan tes darah lebih lanjut, untuk memeriksa kadar hormon androgen, tes toleransi terhadap gula darah, kadar kolesterol yang sering kali meningkat pada PCOS, dan USG panggul untuk memeriksa ketebalan lapisan rahim pasien dengan bantuan gelombang suara,” lanjut dr Malvin menjelaskan.
Karena itu pentingnya mengelola berat badan dengan melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur sangat disarankan bagi wanita yang mengidap PCOS. Selain membantu menjaga berat badan, olahraga juga terbukti meningkatkan suasana hati, membantu kesuburan, dan masih banyak lagi manfaat lainnya.
Meskipun demikian bagi pejuang garis dua yang menderita PCOS tidak perlu berkecil hati, karena menurut dr. Malvin lebih mudah menangani penderita PCOS untuk hamil secara alami dibandingkan dengan orang yang memilih inseminasi. “Asalkan penderita PCOS melakukan terapi yang diberikan dokter dengan konsisten, teratur, dan disiplin,wanita pengidap PCOS bisa hamil dengan mudah. Apalagi jika rentang usianya 20-36 tahun,” imbuh dr. Malvin.
Melalui terapi senggama masa subur dapat meningkatkan kemungkinan hamil pada wanita dengan PCOS sampai dengan 14-23 persen perbulannya. Cara ini dapat dilakukan pada pasangan dengan gangguan kesuburan kurang dari dua tahun pada wanita berusia kurang dari 35 tahun, kondisi kedua tuba paten, rongga rahim normal, dan tidak ada gangguan kesuburan dari faktor pria.
Pentingnya Dukungan Bagi Penderita PCOS
Setelah mendengarkan pemaparan dari dr. Malvin mengenai PCOS dan kesempatan untuk hamil alami bagi yang menderitanya, juga mengenal berbagai produk tes kesuburan Ovutest, Talkshow PCOS, Masih Mungkinkah untuk Hamil Alami? Juga membagikan sesi berbagi pengalaman yang mengharukan sekaligus menginspirasi dari Grace Tahir.

Gejalanya harus kita tahu ya, biar waspada dan segera Konsul ke dokter biar diobati dan bisa hamil
bener mba uci… masih banyak jalan untuk memiliki keturunan y