gerakan kakak aman

Jejak Hana Maulida dan Gerakan Kakak Aman Indonesia yang Mengubah Trauma Menjadi Harapan

Melalui Kakak Aman Indonesia, Hana menyusun modul sederhana, dengan bahasa yang ramah anak. Ia tidak duduk di depan kelas lalu memberi kuliah kaku. Sebaliknya, ia mendongeng, mengajak bermain, bernyanyi, dan berdialog. Ia membawa poster penuh warna, ilustrasi yang lucu, serta permainan interaktif. Dengan cara itu, anak-anak belajar tanpa merasa diajari. Mereka tertawa, bernyanyi, dan di sela-sela itu, mereka memahami pesan penting kalau tubuh mereka berharga, ada bagian pribadi yang tidak boleh disentuh orang lain, dan mereka punya hak untuk berkata ‘tidak’.