Konsep Hijau UMN (Part 2)

 

 

Desain peraih penghargaan IAI Award 2018 ini memiliki ventilasi alami dalam skala besar sebagai inti pusat bangunan yang berfungsi sebagai ‘cerobong asap’ akan menginduksi aliran udara dalam atau stack effect. Efek ini akan mengedarkan udara dari lantai dasart yang digunakan untuk parkir dan bengkel pelajar tanpa penggunaan listrik. Memaksimalkan cahaya sebanyak mungkin dengan penerapan skylight juga mengurangi konsumsi listrik keseluruhan bangunan. Bangunan UMN di kelilingi area hijau luas yang berfungsi sebagai pemasok oksigen dan mengurangi efek panas, serta mendinginkan suhu di sekitar bangunan. Melalui evapotranspirasi, udara mengalir ke gedung dan beredar di sekitar area terbuka serta koridor. Beberapa atap pun telah dirubah menjadi atap hijau yang menyediakan ruang terbuka tambahan.

Untuk pengaturan berkelanjutan di dalam bangunan, UMN tidak mengonsumsi air tanah. Untuk mengurangi konsumsi air, UMN membuat sumur infiltrasi di 32 poin dengan ukuran 1,5x3x2 meter yang akan menangkap air hujan untuk kembali ke tanah. Selain itu, air didaur ulang dengan mengumpulkan air limbah, mengolahnya dengan menggunakan teknik Wastage Plant (STP) yang memiliki kapasitas 450 meter kubik perhari. Air daur ulang inilah yang digunakan kembali untuk menyirami tanaman, toilet, dan air untuk menara pendingin. Limbah cair dari dapur akan diputar ke perangkap minyak sebelum diproses di STP. Limbah minyak dari generator dan lift akan dikumpulkan di drum sebelum dikumpulkan pihak ketiga yang memiliki izin dari Kementrian Lingkungan Hidup.

Untuk pengelolahan sampah dikelola dengan sistem pengumpulan horisontal dan vertikal. Sistem horisontal adalah proses pengumpulan sampah dari setiap lantai kemudian dibuang ke tempat sampah di tempat tertentu. Sistem vertikal mengantarkan sampah yang dikumpulkan ke lantai dasar menggunakan poros, lalu dibuang ke tempat sampah sementara. Sampah pun telah dipisahkan antara organik dan anorganik. Untuk sampah anorganik ekonomis seperti botol plastik akan dikumpulkan oleh organisasi sosial untuk didaur ulang. Untuk sampah daun-daunan yang cukup banyak di sekitarnya, UMN telah memiliki dan melakukan daur ulang untuk merubahnya menjadi kompos.

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.