Suasana Thailand Modern di Nam Thai Kitchen & Bar

Nam Thai Kitchen & Bar
NININMENULIS.COM – Hidangan Thailand sudah tak asing di Indonesia, khususnya Jakarta. Banyaknya restoran Thailand yang hadir pun memiliki kesamaan khas dalam menyajikan desain dan suasananya. Kesamaan restoran Thailand yang hadir inilah yang mendorong Leo Einstein Franciscus, desainer Einstein & Associates mengeksplor suasana lain dari negara yang kaya akan budaya dan nilai – tak sekadar memberi patung dan lukisan belaka.

Baca juga: The Westin Maldives Miriandhoo Resort

Enjoying the Terrace View Restoran yang memiliki luas 450 meter persegi ini berlokasi di PIK Avenue, Jakarta Barat. Masih dalam Jittlada Group, Nam Thai Kitchen hadir dalam konsep berbeda, dari menu hingga interior resto. Nam yang dalam bahasa Thailand berarti Air ini hadir sebagai reinterpretasi dari rumah tradisional Thailand. Lokasinya sendiri yang di kelilingin banyak ruang luar menginspirasi Einstein akan tempat yang sangat terbuka di rumah, seperti teras. Dan seluruh restoran seperti satu teras besar di mana orang bisa menikmati pemandangan luar. Sama seperti orang Thailand saat memasuki ruang. Mereka akan disambut patung singa dan langsung menuju area bar yang memiliki aksen rumah tradisional. Elemen lain yang ditemui di sini yakni bentuk geometris modern pada langit-langit, menirukan bentuk payung. Ruang transisi dari dalam ruangan ke luar dibedakan dengan adanya ‘alun-alun’ berisi empat bangku dengan lampu kristal yang menyerupai air terjun.

Baca juga: Loka Padang – Restoran Padang Vegan Pertama

Area dalam resto penuh dengan perabotan kasual dan modern dengan aksen kuningan di tepi meja. Desain tersebut mencoba menyampaikan atmosfer teras belakang yang sangat santai dengan penambahan beberapa detail kecil seperti lampu outdoor khusus yang berbentuk Thai, bantal bordir dengan logo anggrek, mural gaya tradisional yang menggambarkan masyarakat Thai Tradisional yang kontras dengan saat ini dalam sebuah cerita. Lonceng kuil Thailand pun dialihfungsikan menjadi lampu gantung. Pintu dan jendela hanya berfungsi sebagai pintu pembuka. Kolom besar didesain tersembunyi dengan ditutupi kayu dan pola tradisional Thailand. Cat bertekstur ungu dalam bentuk atap tradisional Thailand digunakan untuk menggambarkan keanggunan dan ketenangan teras. Terakota, ubin semen, batu timah berpola batu basal, dan kayu daur ulang pedesaan yang digunakan di seluruh restoran dengan aksen kuningan sebagai detailnya.

Baca juga: Aya Restaurant Bali; Akulturasi Budaya Asia dan Peru

Authentic Thai Food Berbeda dengan restoran-restoran Jittlada sebelumnya, selain menawarkan hidangan Thailand yang otentik, Nam Thai Kitchen & Bar menyediakan menu babi dalam setiap hidangannya. Untuk menciptakan ke-otentikannya, Nam menghadirkan chef langsung dari negara asal. Dari menu yang tersedia terdapat tiga masakan yang dapat Anda coba, Phat That Noodle, Khao Ohb Omn Moo, dan Goomh Phad Prik Kea. Phat That Noodle adalah mie goreng dengan kerupuk kulit babi sebagai pelengkap. Khao Ohb Omn Moo sendiri adalah nasi goreng yang disajikan di dalam kelapa muda dengan dendeng babi sebagai lauknya. Sedangkan Goomh Phad Prik Kea merupakan udang garlic dan cabe yang crispy. Untuk konsep seperti ini Jittlada Group memastikan hanya ada di Nam Thai Kitchen & Bar. Untuk resto lainnya akan hadir dengan konsep-konsep yang berbeda pula.

Advertisements

Author: Ninin Rahayu Sari

Architecture Graduate | Content Creator | Former Journalist at Home Living Magazine & Tabloid Bintang Home | Google Local Guide | Yoga Enthusiast

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.