Merasakan Coffee Cupping di SKI Bogor

kopi gayo
Kopi Gayo

NININMENULIS.COM – Saat menghadiri Test & Taste The Deconstructed of Roti John di Kedai Kembang SKI Bogor lalu, kami para perwakilan dari komunitas di Bogor juga dipersilakan mencicipi kopi origin yang ada di sini. Wuaahh, hal itu tentu disambut gembira sama saya sebagai penyuka kopi. Cupping coffee, begitu sih kalau bahasa kerennya mencicipi aroma dan rasa aneka kopi. Bagi saya sih namanya ya minum kopi bukan mencicipi karena merasakan kenikmatan kopi tuh tidak bisa sedikit. Dari awal Chef Martina Alicia dari International Hotel Management Institute, Luzern-Switzerland dengan antusias memperkenalkan berbagai kopi Gayo yang tersedia di SKI Bogor. “Kopi itu diseduh bukan digunting,” begitu Chef Martina mengulang ucapan para penikmat kopi.

Baca juga: The Deconstructed of Roti John @Kedai Kembang

Sebuah meja panjang terpajang Kopi Gayo dengan berbagai roasting-an seperti luwak, wine, honey, peaberry, longberry, green, dan spesial. Untuk sekedar informasi Kopi Gayo merupakan salah satu komoditi unggulan yang berasal dari Dataran Tinggi Gayo. Gayo sendiri merupakan nama Suku Asli yang mendiami wilayah ini. Mayoritas masyarakat Gayo berprofesi sebagai petani Kopi. Varietas Arabica mendominasi jenis kopi yang dikembangkan oleh para petani Kopi Gayo. Produksi Kopi Arabica yang dihasilkan dari Tanah Gayo merupakan yang terbesar di Asia. Kopi Gayo memiliki aroma dan rasa yang sangat khas. Bila kopi Arabica umumnya meninggalkan rasa pahit di lidah, namun tidak demikian pada kopi Gayo. Rasa pahit hampir tidak terasa pada kopi ini. Cita rasa kopi Gayo yang asli terdapat pada aroma kopi yang harum dan rasa gurih hampir tidak pahit. Kopi Gayo disebut-sebut sebagai kopi organik terbaik di dunia.

Baca juga: Q&A Johny Rahadi ‘Uncle John’ – Empunya Para Roaster

Seorang barista berpakaian hitam-hitam siap menyeduhkan kopi sesuai dengan permintaan pengunjung, ia juga memilihkan jenis roasting yang sesuai dengan keinginan pengunjung. Ingin yang tidak asam di lambung atau yang tidak terlalu pahit? Katakan saja pada sang barista, nanti Anda akan mendapatkan seduhan kopi yang sesuai dengan keinginan. Seperti saya, yang saat itu menginginkan seduhan kopi hitam tetapi tidak pekat dan ringan. Dan barista menyeduhkan Kopi Gayo Wine dengan metode V60. Di sini jugalah saya tahu bahwa metode seduh V60 awalnya diperuntukan untuk menyeduh teh. Itu yang membuat seduhan V60 terasa ringan namun memiliki aroma dan rasa yang kuat. “Untuk menyeduh kopi itu diperlukan air mendidih dengan suhu minimal 70-80 derajat celcius,” imbuh Chef Martina. Jika tidak memiliki thermometer, Chef Martina memberi saran, air mendidih yang dihilangkan asap didihnya itu sudah di 90 derajat, “Untuk mendapatkan kopi yang enak jangan diseduh dengan air dispenser karena hanya bersuhu 30 derajat.” Ups!

Advertisements

Author: Ninin Rahayu Sari

Architecture Graduate | Content Creator | Former Journalist at Home Living Magazine & Tabloid Bintang Home | Google Local Guide | Yoga Enthusiast

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.