Kata Siapa Rumput Tetangga Lebih Hijau?

rumput sintetis

NININMENULIS.COM – Hamparan rumput merupakan elemen penting dari sebuah taman karena merupakan elemen pengikat berbagai elemen taman lainnya. Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, pemilik rumah di kawasan sub-urban cukup fanatik untuk memelihara halaman rumput yang luas dan berkesan ‘pastoral’.

Sayangnya, memelihara hamparan rumput memerlukan komitmen tinggi. Keluarga urban yang sibuk dan tidak mempunyai pembantu mungkin akan kerepotan melakukannya. Untuk dapat tumbuh dengan baik, rumput harus disiram berkala, dipupuk, dibersihkan dari gulma. Oleh karenanya, bagi sebagian orang memiliki hamparan rumput sepertinya hanya mimpi belaka.

Baca juga: Membuat Area Silahturahmi di Taman

pemakaian rumput sintetis

Sebagai alternatif, kini ada jenis rumput sintetis yang lebih praktis. Rumput sintetis memungkinkan hamparan rumput yang rata dan berwarna natural, dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, tetap memungkinkan air untuk menyerap ke dalam tanah, dan tidak memerlukan perawatan intensif.

Saya sih sama sekali tidak mengatakan rumput sintetis ini bisa menggantikan rumput alami, namun kombinasi dengan proporsi yang tepat bisa menjadi pilihan. Misalnya, untuk membuat area “putting golf” di antara area rumput alami. Atau, untuk meleburkan area luar ruangan dengan dalam ruangan dengan ‘menanam’ rumput di ruangan yang bersebelahan dengan hamparan rumput taman. Rumput sintetis jelas merupakan pilihan, yang tentunya perlu dimanfaatkan secara hati-hati.

Karena terbuat dari material sintetis rumput ini lebih cepat panas ketika terkena sinar matahari. Di luar ruangan, ketika kejatuhan material alami lain seperti daun-daunan, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa hancur secara alami. Rumput ini juga perlu diganti setiap sekitar 10 tahun dan bekasnya harus dihancurkan karena tidak bisa diurai secara alami.

Pemanfaatan rumput sintetis secara berimbang dapat memberikan kesempatan keluarga sibuk untuk dapat mempunyai taman hijau dibanggakan. Tetangga-tetangga akan melirik dengan sirik. Betapa senangnya sekali-sekali bisa mengatakan, ”Rumput kita lebih hijau dari rumput tetangga.”

Advertisements

Author: Ninin Rahayu Sari

Architecture Graduate | Content Creator | Former Journalist at Home Living Magazine & Tabloid Bintang Home | Google Local Guide | Yoga Enthusiast

2 thoughts

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.