NININMENULIS.COM – Tahun baru tinggal dalam hitungan waktu lagi nih, sudah mempersiapkan resolusi tahun baru kamu buat di 2020 nanti? Kalau resolusi tahun baru aku sih cukup bebas nyeri tulang belakang. Pasti kamu bertanya-tanya, apa aku sering mengalami nyeri tulang belakang? Alhamdulillah tidak sering apalagi hingga membutuhkan perawatan khusus, paling pegel-pegel setelah duduk lama atau lelah beraktivitas dalam waktu yang tidak sebentar. Mengapa aku menempatkan kesehatan tulang belakang menjadi resolusi tahun baru yang penting di 2020?
Memiliki tulang belakang yang sehat dan bebas nyeri itu sangat penting untuk menunjang aktivitas kita sehari-hari. Coba kamu bayangkan bila kita mengalami nyeri tulang belakang, tidur tidak enak, duduk tidak nyaman, bahkan bernafas pun akan menimbulkan rasa nyeri yang bukan kepalang. Mengapa bisa demikian? Karena tulang belakang merupakan rangkaian tulang terpanjang dalam tubuh kita, jumlahnya terdiri dari 33 ruas yang terdiri dari 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, 5 ruas tulang kelangkang, dan 4 ruang tulang ekor. Jika ada ruas tulang belakang yang nyeri dan membutuhkan tindakan medis sudah tentu aktivitas terganggu dan apa yang sudah direncanakan akan gagal.
Dari jumlahnya yang memanjang dari pangkal leher hingga tulang ekor, sudah tentu nyerinya terasa hingga ke seluruh tubuh bila salah satu ruasnya cedera. “Terserang nyeri tulang belakang rasa sakitnya tidak melulu di belakang tubuh. Rasa nyerinya bisa kita rasakan di mana saja, bisa telapak kaki atau jempol,” kata Dr. Wismaji Sadewo Sp.BS (K), dokter ahli bedah saraf di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur di acara Blogger & Vlogger Gathering Nyeri Tulang Belakang, Minggu (29/12) lalu.

Talkshow Nyeri Tulang Belakang
Rumah Sakit Premier Jatinegara, lokasi talkshow Nyeri Tulang Belakang berada di kawasan Jatinegara Jakarta Timur. Lokasinya yang berdekatan dengan Stasiun Jatinegara dan Terminal Kampung Melayu mejadikan rumah sakit ini memiliki akses yang mudah untuk dikunjungi dari Utara, Barat, Pusat, dan Selatan Jakarta. Contohnya aku yang bertempat tinggal di Bogor, dari Stasiun Tebet aku tinggal naik Trans Jakarta dan turun tepat di Halte Trans Jakarta Rumah Sakit Premier Jatinegara.
Rumah Sakit Premier Jatinegara didirikan pada 2010 dan merupakan rumah sakit swasta terkemuka di Jakarta Timur karena memiliki banyak keunggulan termasuk di dalamnya komitmen terhadap mutu, kemudahan akses, kualitas pelayanan, kelengkapan spesialistik, dan alat penunjang medis yang tersedia. Merupakan rumah sakit tipe B, Rumah Sakit Premier Jatinegara melayani 24 jam dalam seminggu untuk seluruh pasien, baik umum, asuransi, dan BPJS. Untuk informasi lebih lengkap dapat dicek akun instagram, twitter, dan facebook Rumah Sakit Premier Jatinegara, atau via WhatsApp ke +62 8111 637 666
Keunggulan lain yang dimiliki Rumah Sakit Premier Jatinegara ini terletak pada layanan Satu Atap di mana konsultasi dokter, pemeriksaan penunjang, tindakan operatif, layanan rawat inap, hingga paska rawat inap semua dapat dilakukan di Rumah Sakit Premier Jatinegara. Untuk itulah Rumah Sakit Premier Jatinegara tidak berhenti memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik termasuk untuk para penderita nyeri tulang belakang.

Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur
Mengapa Rumah Sakit Premier Jatinegara merasa perlu mengedukasi akan pentingnya kesehatan tulang belakang? Karena saat ini banyaknya aktivitas sehari-hari yang justru menjadi pemicu nyeri tulang belakang. Menurut Dr. Wismaji Sadewo Sp.BS (K) penyebab nyeri tulang belakang bermacam-macam dan bisa dikarenakan aktivitas kita sehari-hari, misalnya sikap duduk yang salah dan tidak tegak, posisi tidur yang sama tanpa adanya perpindahan, atau penggunaan high heels sepanjang hari tanpa ada istirahat.
Faktor penyebab nyeri tulang belakang lainnya bisa juga dikarenakan stres, usia, pekerjaan (misalnya atlet), kecelakaan, hingga terkilir karena kesalahaan saat mengangkat beban berat. Setelah mengetahui faktor penyebab nyeri tulang belakang, beberapa gangguan yang timbul pada struktur tulang belakang seperti penyempitan atau kelainan bawaan lahir juga menjadi pencetus nyeri tulang belakang. “Nyeri tulang belakang sebenarnya bisa dikarenakan ada bagian tulang belakang yang terserang, misalnya pada saraf, bantalan sendi, kram, kerusakan akibat tarikan otot, atau kondisi medis,” ungkap Dr. Wismaji Sadewo Sp.BS (K).
Nyeri tulang belakang pun bisa diderita siapa saja, tidak pandang bulu baik laki-laki ataupun perempuan di usia 30-40 tahun. Bagi yang mengidap nyeri tulang belakang dan hilang dengan sendirinya biasanya tidak menjadi masalah. Masalah akan timbul bila nyeri tulang belakang dirasakan terus menerus. Jika sudah mengalami hal seperti ini disarankan untuk segera konsultasi ke dokter untuk menghindari kondisi medis yang perlu diantisipasi seperti kanker, penyakit jantung, saraf terjepit, dan lain sebagainya.

Dr. Wismaji Sadewo Sp.BS(K) dari RS Premier Jatinegara
Beberapa tindakan medis bila nyeri tulang belakang sudah menyerang di antaranya dengan:
-
Obat-obatan seperti pain killers NSAID, Codein
-
Fisioterapi atau akupuntur. Untuk pemijatan hanya cocok bila yang nyeri seputar otot, bila bukan otot sebaiknya pemijatan tidak dilakukan.
-
Pemberian injeksi pada bagian yang nyeri.
-
Pemberian botox. Para wanita pasti bertanya apa hubungannya botox yang biasa digunakan untuk kecantikan dengan pengobatan untuk tulang belakang? Menurut Dr. Wismaji Sadewo Sp.BS (K), Botox atau Botolinum Toxin berguna untuk memberikan efek memperbaiki otot pada beberapa gejala nyeri tulang belakang.
-
Banyak melakukan olahraga yang dapat memperbaiki struktur tulang belakang dan merelaksasi otot seperti yoga dan renang. “Yoga tidak hanya merelaksasi otot namun memberikan efek menenangkan pikiran,” tambah Dr. Wismaji Sadewo Sp.BS (K).
-
Tindakan medis lainnya yang dianggap perlu.