Berencana ke Museum MACAN ? Cek Jadwal Pameran 2020

museum macan 2 tahun

NININMENULIS.COM – Selamat Tahun Baru 2020 readers! Ada rencana apa di tahun ini? Semoga semua rencana dan harapan tercapai semua ya, Amin. Buat para sobat museum, pasti menunggu sekali jadwal pameran apa yang akan hadir di 2020. Nah di 2020 ini, saya ingin me-sharing jadwal pameran yang akan berlangsung setahun penuh di Museum MACAN. Cek jadwal pamerannya dan sesuaikan dengan jadwal kamu, lalu let’s go to Museum MACAN.

Di 2020 ini, Museum MACAN memasuki usianya yang ke-2. Tak terasa ya. Rasanya baru kemarin saya menghadiri pembukaan Museum MACAN, sekarang sudah memasuki peringatan yang ke-2. Congratulation Museum MACAN.

Masih konsisten menjadi wadah yang menampilkan karya seni Indonesia dan global, di 2020 Museum MACAN akan menampilkan pameran dari para perupa terkenal seperti Melati Suryodarmo (Indonesia), Agus Suwage (Indonesia), Julian Rosefeldt (Jerman), dan Chiharu Shiota (Jepang). Ada yang baru di 2020 nanti, untuk memperluas area pameran, area Teras di lantai6 akan digunakan sebagai ruang pemer baru yang nantinya untuk menampilkan karya seni luar ruang dan menyediakan ruang komunal bagi pengunjung.

Baca jugaPerupa Asal Thailand Mit Jai Inn Menampilkan Karya Khusus Anak-anak di Museum MACAN

museum macan
Julian Rosefeldt – Manifesto (2015). InstView_Ecole des Beaux Arts de Paris_2017_©Nicolas Brasseur

Untuk jadwal pameran 2020, Museum MACAN akan membuka dengan karya video masif sebanyak 13 layar, MANIFESTO (Februari – Mei 2020) oleh perupa Jerman, Julian Rosefeldt. Dalam karya ini, aktris Cate Blanchett tampil sebagai 12 karakter dan membacakan manifesto seni abad ke-20, termasuk Futurists, Dadaists, Fluxus, Situationists dan Dogma 95, juga tulisan para perupa, penyair, arsitek, penampil dan pembuat film termasuk Kazimir Malevich, Sturtevant, Sol LeWitt, Claes Oldenburg, Mierle Laderman Ukeles, André Breton, Bruno Taut, Lebbeus Woods, Yvonne Rainer dan Jim Jarmusch. Presentasi ini dibuat dalam kemitraan dengan Art Gallery of New South Wales (AGNSW), memperkuat hubungan kerja sama antar museum yang Museum MACAN bangun di area Asia Tenggara.

Melati Suryodarmo adalah salah satu perupa kontemporer Indonesia yang dikenal akan karya performansnya yang menantang fisik dan berdurasi panjang. Di bulan Februari, Museum MACAN menampilkan WHY LET THE CHICKEN RUN? (Februari – Mei 2020), pameran survei museum Melati yang pertama, dan akan menampilkan karya yang mengeksplorasi konsep tubuh dan dipengaruhi tradisi seni di Solo, kota asalnya, serta studinya di Jerman, saat ia berguru pada seniman performans Marina Abramovic dan penari/koreografer Butoh Anzu Furukawa.

melati suryodarmo
Melati Suryodarmo – Ale Lino (2003)

Pameran ini, ditampilkan bersamaan dengan Manifesto, berfokus pada sepilihan karya Melati, termasuk WHY LET THE CHICKEN RUN? (2001), yang dibuatnya sebagai penghormatan kepada salah satu panutannya, Ana Mendieta, dan EXERGIE – Butter Dance (2012), salah satu karyanya yang paling populer. Karya-karya yang ditampilkan berdurasi antara 15 menit hingga 12 jam, dan akan ditampilkan di hari-hari tertentu selama 13 minggu, menawarkan pemahaman yang menyeluruh akan kekaryaan Melati untuk pengunjung museum.

Baca jugaMuseum MACAN Hadirkan 10 Perupa di Pameran Dunia dalam Berita

THE THEATER OF ME (Juli – Oktober 2020) adalah pameran survei Agus Suwage, perupa kontemporer Indonesia yang dikenal akan pendekatan jenakanya terhadap isu sosial. Pameran ini menampilkan potret diri sang perupa juga sepilihan lukisan, patung, dan instalasi buatannya sejak 1980-an hingga kini.

agus suwage museum macan
Agus Suwage – Self-Portrait as Politicians (07) (2019)

Museum MACAN juga mempersembahkan pameran tunggal terbesar Chiharu Shiota, seorang perupa Jepang yang tinggal di Berlin dan mengeksplorasi kekaryaannya selama 25 tahun. THE SOUL TREMBLES (November 2020 – Februari 2021) akan menampilkan instalasi yang kompleks dan indah berupa jaring-jaring merah dan hitam yang terbuat dari benang, yang terentang akan memenuhi ruang pamer. Beberapa karyanya juga menggunakan barang sehari-hari, seperti sepatu dan piano yang terbakar, untuk mewujudkan konsep abstrak seperti kenangan, kekhawatiran dan mimpi. Pameran ini diorganisir oleh Museum MACAN dan Mori Art Museum, Tokyo.

museum macan 2020
Chiharu Shiota – Uncertain Journey (2016-2019)

“Aspirasi kami adalah menyediakan fasilitas bagi pengunjung museum untuk mendapat pengalaman seni yang relevan dan menyenangkan – baik melalui pameran survei museum pertama untuk perupa Indonesia, atau presentasi perdana berbagai karya internasional untuk audiens Asia Tenggara. Kami tidak sabar untuk menampilkan pameran skala besar karya-karya Melati Suryodarmo, Julian Rosefeldt, Agus Suwage dan Chiharu Shiota pada 2020,” kata Aaron Seeto, Direktur Museum MACAN.

Author: Ninin Rahayu Sari

Architecture Graduate | Content Creator | Former Journalist at Home Living Magazine & Tabloid Bintang Home | Google Local Guide | Yoga Enthusiast

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.