i nyoman masriadi

Museum MACAN Hadirkan 10 Perupa di Pameran Dunia dalam Berita

Dunia dalam Berita yang dihadirkan Museum MACAN mulai 1 Mei-29 Juli 2019 menampilkan dua generasi perupa yang dapat dikelompokkan berdasarkan keterlibatan mereka dengan media dan informasi, politik, serta cara-cara baru dalam pembuatan visual. ke-10 perupa tersebut yakni Agus Suwage, FX Harsono, Heri Dono, I GAK Murniasih, I Nyoman Masriadi. Krisna Murti, Mella Jaarsma, S. Teddy D, Taring Padi, dan Tisna Sanjaya.

Advertisements
museum macan

Museum MACAN Persembahkan Dunia dalam Berita mulai 1 Mei-21 Juli 2019

Museum MACAN, institusi yang berfokus pada seni modern dan kontemporer kembali mempersembahkan sebuah pameran yang menelaah perkembangan seni kontemporer Indonesia di masa menjelang dan setelah reformasi 1998. Pameran yang bertajuk Dunia dalam Berita ini menampilkan karya dari 10 perupa kontemporer kenamaan Indonesia yang akan diselenggarakan mulai 1 Mei-21 Juli 2019.

museum macan

Program Pameran Museum Macan 2019

Museum MACAN mengumumkan program di tahun 2019, setelah tahun pertama yang sukses. Program kli ini akan menampilkan sebuah pameran historis yang berfokus pada salah seorang perupa modern penting di Indonesia, sebuah pameran besar yang membahas pergeseran estetika seni yang terlihat dalam praktik karya beberapa perupa Indonesia berpengaruh pada era sebelum dan setelah Reformasi, dan sebuah pameran retrospektif Xu Bing, seorang peupa kontemporer asal Tiongkok yang diakui secara global.

shooshie sulaiman

Karya Shooshie Sulaiman dalam Ruang Seni Anak Museum Macan

Bertemakan Main Getah/Rubberscape, proyek komisi ini akan mengubah Ruang Seni Anak menjadi sebuah lingkungan yang merangsang panca indera melalui bentuk, tekstur dan bunyi. Lingkungan ini akan meliputi pohon karet muda, sebuah bukit kecil yang dibentuk dari tanah yang didapatkan dari daerah setempat, juga bebunyian yang direkam dari ladang-ladang karet di Malaysia.

Inilah Kurator Baru Museum Macan

Sebelum menjadi kurator Museum MACAN, Asep menjabat sebagai Wakil Direktur Jakarta Biennale, di mana dia berperan penting dalam merancang agenda kuratorial untuk acara bienial pada 2017. Jakarta Biennale adalah salah satu bienial seni terpenting di Indonesia. Asep juga telah berpartisipasi dalam de Appel Curatorial Programme di Amsterdam (2015-16), sebuah program bergengsi yang berdurasi 10 bulan yang menempatkan peserta dalam konteks lokal, dengan perhatian khusus terhadap keterlibatan dalam bidang seni kontemporer internasional.