NININMENULIS.COM – Ada novel yang selesai dibaca lalu selesai pula pengaruhnya. Tapi ada juga novel yang tetap tinggal, seperti aroma yang menempel di ujung baju setelah melewati ruang penuh asap, samar, tetapi membekas. Gadis Kretek karya Ratih Kumala adalah jenis novel kedua.
Sejak pertama kali terbit pada 2012, Gadis Kretek bukan sekadar menjadi novel populer, tetapi juga salah satu karya sastra Indonesia modern yang berhasil mempertemukan banyak lapisan cerita dalam satu tubuh narasi, cinta, keluarga, sejarah, politik, industri kretek, hingga luka sosial yang diwariskan dari generasi ke generasi. Novel ini bahkan masuk nominasi penghargaan sastra bergengsi dan kemudian diadaptasi menjadi serial Netflix berjudul sama pada 2023.
Yang membuat Gadis Kretek begitu istimewa bukan hanya kisah cintanya. Banyak novel bicara tentang cinta. Tetapi sedikit yang bisa membungkus cinta dalam konteks sejarah industri kretek Indonesia dengan begitu hidup.
Novel ini membawa pembaca masuk ke dunia yang mungkin terasa asing bagi generasi sekarang yaitu dunia racikan saus kretek, persaingan pabrik rokok, strategi dagang, dan bagaimana sebatang kretek bisa menjadi simbol identitas, ambisi, bahkan harga diri. Namun lebih dari itu, Gadis Kretek adalah kisah tentang perempuan.
Perempuan yang mencintai dengan seluruh hidupnya. Perempuan yang bekerja dengan tangannya. Perempuan yang menciptakan warisan. Dan perempuan yang akhirnya menjadi legenda.
Jeng Yah. Atau Dasiyah.
Nama yang menjadi pusat dari semua pencarian.
Dan justru dari pencarian itulah, novel ini membuka rahasia besar tentang keluarga, pengkhianatan, cinta yang tertunda, dan sejarah yang tidak pernah benar-benar selesai.
Contents


