Reksa Dana Syariah dengan Drawdown Relatif Kecil di Makmur

reksadana makmur
Foto: Pexel

NININMENULIS.COM – Pergerakan nilai investasi reksadana campuran Makmur.id atau reksadana syariah tidak selalu bergerak naik secara linier. Ada kalanya nilai unit mengalami koreksi dari titik tertingginya sebelum kembali menguat, dan besaran koreksi inilah yang dikenal dengan istilah drawdown. Semakin kecil persentase drawdown, semakin dangkal pula tingkat penurunan yang pernah dialami suatu produk, sehingga fluktuasinya relatif lebih aman dan nyaman bagi psikologis investor.

Berdasarkan pembaruan data dari katalog reksadana syariah Makmur.id per 7 Oktober 2026, terdapat enam produk reksa dana syariah yang mencatatkan tingkat penurunan maksimum (drawdown) relatif sangat kecil. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai keenam produk tersebut, diurutkan dari tingkat drawdown paling minim beserta komparasi kinerja satu tahunnya.

1. STAR Sharia Money Market

STAR Sharia Money Market tampil di posisi pertama sebagai produk berjenis Pasar Uang dengan tingkat penurunan maksimum (drawdown) paling dangkal, yakni hanya sebesar 0,19%. Instrumen ini mengelola portofolio dana (AUM) sekitar Rp16,19 miliar dengan posisi Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit di level Rp1.277,66.

Dari sisi performa, produk ini mencatatkan imbal hasil satu tahun yang bertumbuh sebesar 4,50%, serta akumulasi pertumbuhan tiga tahun mencapai 16,28%. Bagi calon investor, perlu dicatat bahwa produk ini menetapkan efisiensi biaya (expense ratio) di angka 2,66%, yang tergolong cukup tinggi. Meski demikian, instrumen ini menawarkan kemudahan akses lewat batas minimum pembelian awal yang sangat merakyat, yakni sebesar Rp10.000.

2. Capital Sharia Money Market

Menyusul di posisi kedua, Capital Sharia Money Market yang juga berjenis Pasar Uang menorehkan rekam jejak drawdown maksimum yang sangat minim, yaitu sebesar 0,27%. Produk ini mengamankan total dana kelolaan (AUM) sekitar Rp70,93 miliar dengan posisi NAB per unit berada di angka Rp1.538,42.

Dalam rentang waktu setahun terakhir, instrumen ini membukukan imbal hasil yang meningkat sebesar 4,88%. Dikelola dengan sangat efisien lewat expense ratio 0,64%, produk ini menjadi opsi yang ringan untuk dicoba karena bisa dibeli mulai dari batas minimum Rp10.000.

3. STAR Stable Amanah Sukuk

Beralih ke jenis Pendapatan Tetap, STAR Stable Amanah Sukuk hadir dengan riwayat penurunan maksimum (drawdown) yang terukur di angka 1,06%. Produk berskala besar ini mengelola dana kelolaan (AUM) raksasa hingga Rp1,08 triliun dengan pencatatan NAB per unit di level Rp1.216,32.

Untuk kinerjanya, instrumen ini menorehkan pertumbuhan imbal hasil satu tahun sebesar 4,12% dengan tingkat expense ratio 2,20%. Terdaftar secara resmi di OJK sebagai reksa dana syariah pendapatan tetap sejak 5 Juli 2023, produk ini dapat mulai dikoleksi dengan minimum pembelian Rp100.000.

4. Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A turut masuk ke dalam daftar berkat batasan drawdown maksimum di angka 1,15%. Produk Pendapatan Tetap ini memiliki daya tarik utama dari segi ukuran, dengan dana kelolaan (AUM) masif menembus Rp2,57 triliun dan NAB per unit di posisi Rp1.210,10.

Menariknya, instrumen ini membukukan imbal hasil satu tahun yang bertumbuh paling tinggi di antara keenam produk lainnya, yakni mencapai 6,30%. Menetapkan expense ratio di level 2,08% dan minimum investasi Rp10.000, produk yang terdaftar di OJK sejak 21 September 2023 (tanpa keterangan kelas) ini terbilang masih muda sehingga rekam jejak tiga tahunnya belum tersedia.

5. Insight Money Syariah

Insight Money Syariah merupakan produk berjenis Pasar Uang dengan rekam jejak drawdown maksimum sebesar 2,02%. Berbekal fondasi dana kelolaan (AUM) yang solid senilai Rp667,38 miliar, instrumen ini mencatatkan posisi NAB per unit di level Rp1.794,41.

Kinerja instrumen ini terbukti konsisten, mencetak imbal hasil satu tahun yang meningkat 5,07% dan pertumbuhan jangka panjang lima tahun hingga 29,37%. Terdaftar di OJK sejak 30 Juni 2015, produk ini dikelola sangat efisien dengan expense ratio 0,69% dan mensyaratkan minimum pembelian Rp100.000.

6. KIM Fixed Income Sharia

Melengkapi daftar ini, KIM Fixed Income Sharia yang berjenis Pendapatan Tetap mencatatkan batas penurunan maksimum (drawdown) sebesar 4,40%, angka tertinggi di antara keenam produk dalam ulasan ini. Produk ini mengelola portofolio (AUM) sebesar Rp602,52 miliar dengan posisi NAB per unit di angka Rp1.055,40.

Dari segi imbal hasil, instrumen ini bertumbuh sebesar 4,23% dalam setahun terakhir. Dikelola dengan tingkat expense ratio yang tergolong hemat di angka 0,68%, produk ini menetapkan minimum investasi Rp100.000. Sebagai catatan penting, instrumen ini terdaftar di OJK dengan nama KISI Fixed Income Sharia, sehingga investor perlu memastikan keterkaitan nama tersebut di prospektus sebelum mengambil keputusan.

Investasi Reksadana Lebih Tenang Bersama Makmur

Menelusuri rekam jejak jangka pendek hingga jangka panjang seperti deretan produk di atas akan lebih mudah bila didukung data yang lengkap dan konsisten. Jadi, Anda bisa gunakan Makmur untuk memulainya.

Makmur dikembangkan oleh para pakar teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley serta Wall Street, dengan teknologi analisis berbasis data yang dirancang untuk membantu Anda menyusun rencana kekayaan jangka panjang. Kredibilitas tersebut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan InfoVesta untuk kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.

Saat ini lebih dari satu juta pengguna telah memercayakan investasinya melalui aplikasi Makmur dengan rating 4,8. Sistemnya aman dan tersertifikasi ISO 27001, sehingga data serta transaksi Anda tetap terlindungi. Anda dapat memulai dari nominal kecil, lalu menambahnya secara bertahap sambil menelusuri rekam jejak tiap produk di aplikasi reksa dana terbaik dan terpercaya ini.

Author: Ninin Rahayu Sari

Architecture Graduate | Content Creator | Former Journalist at Home Living Magazine & Tabloid Bintang Home | Google Local Guide | Yoga Enthusiast

Leave a Reply