karhutla, biodiversitas, dan pangan

Dapur Kita, Asap Gambut, dan Runtuhnya Kedaulatan Pangan Nusantara

Memasuki periode 2026–2027, ancaman krisis iklim terasa semakin nyata dan dekat. Bayang-bayang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di kawasan ekosistem gambut yang sangat rapuh. Kondisi kering yang dipicu oleh anomali iklim membuat lanskap basah ini kehilangan perlindungannya. Dan yang membuatku paling merenung, bencana ekologis ini ternyata tidak berdiri sendiri. Ia memiliki benang merah yang sangat erat dengan apa yang setiap hari tersaji di atas meja makan kita.

krisis iklim

Suara Anak Muda Mengenai Lingkungan dan Krisis Iklim

Dunia akan lenyap jika kita tidak menyelamatkannya mulai saat ini. Mungkin kalimat tersebut terdengar ekstrim dan menakutkan bukan? Tetapi itulah kenyataan yang harus kita hadapi saat ini. Krisis iklim seperti peningkatan suhu, turunnya permukaan tanah, mencairnya es di kutub, pandemi, dan lain sebagainya, menjadi salah satu gejala bahwa bumi kita sedang ‘sakit’. Jika bersikap apatis dan hanya menunggu pemimpin bereaksi, jangan-jangan kita keburu punah. Untuk itulah sebagai anak muda, yuk mulai peduli, bersuara, dan beraksi akan isu lingkungan dan juga krisis iklim.