Di balik kabut pagi Agam, ketegangan antara manusia dan Harimau Sumatera perlahan menemukan penengahnya. Tengku Lidra, pendamping komunitas dari Yayasan SINTAS Indonesia, hadir menjembatani dua dunia yang saling membutuhkan namun kerap berbenturan. Melalui PAGARI, ia mengubah rasa takut warga menjadi gerakan kolektif menjaga hutan, ternak, dan harapan akan harmoni yang mungkin tercipta.