TCOI3: The Soul of Agam Riadi

This slideshow requires JavaScript.

Budaya Jawa dan Agam Riadi, seperti dua mata uang yang tidak mungkin dipisahkan. Perpaduan antara budaya Jawa, colonial, dan peranakan selalu terlihat kental dalam setiap karyanya. Inilah yang membuat desain Agam sangat digemari. Desainnya mewah namun terlihat membumi. Desain seperti ini juga yang coba Agam sampaikan dalam ajang TCOI3 (The Colours of Indonesia III) kali ini. Bersama keempat rekan lainnya di ID12, Anita Boentarman, Joke Roos, Shirley Gouw, dan Vivianne Faye, Agam menatakan sebuah foyer dan ruang kerja ke dalam show unit apartemen tiga kamar, MAISON12. Tema The Soul of Java seakan mewakili jiwa seorang Agam Riadi yang cinta akan budaya Jawa.

Dalam foyer MAISON12, The Soul of Java, lantai bermotif batik ceplok dan cahaya yang timbul hadir dari sela-sela pintu dan jendela menciptakan ambiance rumah priyayi Jawa jaman dulu. Hal senada Agam hadirkan juga di dalam ruang kerjanya. Penataan khas priyayi Jawa yang memasukan unsur colonial dan peranakan terasa kental berpadu dengan sentuhan Jawa. Patung dan beberapa pajangan kecil bercitarasa Eropa memberikan rasa kemewahan yang khas. Lemari kerja yang dilengkapi system otomatis modern membuat ruang kerja ini sangat fungsional.

Agam Riyadi
Agam Riadi di TCOI3

Kecintaan Agam Riadi pada budaya Jawa dan batik khususnya seperti tak lekang oleh waktu. Ini dikarenakan sebelum Agam terkenal sebagai seorang desainer interior, Agam memulai karirnya sebagai penggambar motif batik. Lulusan jurusan desain interior Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti mengembangkan kemampuan desain interiornya dengan mendirikan Dimensi Paracita yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan.

Advertisements

Author: Ninin Rahayu Sari

Morning Person | Architecture Graduate | Former Journalist | Healthy Lifestyle | Coffee Addict