Mengunjungi Hotel Monopoli di Usianya yang Pertama

Tidak terasa setahun sudah Hotel Monopoli hadir. Sempat menjadi saksi hotel ini sebelum dibuka untuk umum dan melihatnya tumbuh menjadi seperti saat ini ternyata membuat saya terharu. Hotel Monopoli berlokasi di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan. Merupakan hotel butik dalam manajemen Syah Establishments, bersama dengan The Gunawarman Jakarta dan Brown Feather Bali. Setahun yang lalu, meskipun sering sekali berkeliling daerah Kemang ‘bertamu’ ke showroom atau restoran di sana tidak membuat saya sadar sedang ada pembangunan sebuah hotel yang memiliki konsep unik dan cocok untuk kaum milenial. Beruntung Syah Establishment mengundang saya saat itu untuk melihat proses Hotel Monopoli.

Dari fasad nya Hotel Monopoli merupakan butik hotel bergaya klasik, bentuknya mengingatkan saya akan bangunan-bangunan di komik DC atau Marvel. Saat datang pertama kali kira-kira sebulan sebelum hotel dibuka secara resmi bagi tamu yang ingin menginap, area lantai dasar hotel telah dibuka untuk umum dan telah ada tamu yang datang. Kedengaran aneh, hotel belum dibuka namun lantai dasar sudah diperuntukkan bagi tamu datang berkunjung. Tetapi tidak akan terasa aneh bila di Hotel Monopoli karena saat masuk pintu utama hotel, kita tidak akan menemukan area reservasi dengan dan lobby lounge, justru fasilitas all day dining yang ‘menduduki’ area lobby. Siapapun dapat berkunjung ke area ini tanpa harus menjadi tamu hotel terlebih dahulu. All day dining itu diberi nama Bloom.

BLOOM

Bloom All Day Dining

Kini setahun berlalu, Hotel Monopoli telah menjadi one stop staycation dengan kehadiran Bloom, The Moon, dan The Room. Jika setahun yang lampau saja Bloom sudah ramai dikunjungi untuk menikmati berbagai sajian makanan enak dari olahan sea food, prime rib, hingga sandwich pastrami yang disajikan dari dapur terbuka, saat ini kondisinya lebih ramai lagi seiring dengan banyaknya fasilitas yang tersedia di hotel ini.

Tidak menemukan ruang reservasi? Ruang tersebut tepat berada di belakang Bloom, menyatu dengan the concierge dan bernama Mr. Now-it all. Dari sini tamu akan diarahkan menuju kamar hotel dan juga The Room yang berada di lantai basement. Bila The Room adalah tujuan selanjutnya, Anda harus menuruni tangga, menyusuri lorong hingga menemukan tulisan The Room yang besar. The Room merupakan cocktail lounge yang interiornya ditata ala Hollywood Club. Langit-langitnya dibiarkan terekspose tanpa finishing dengan tatanan sofa dan kursi ala Living room.

THE ROOM

The Room

Bila Anda adalah tamu hotel, maka akan langsung diarahkan menuju satu dari lima tipe kamar, dari Grand Deluxe ke suite loft. Luasannya bervariasi dari Grand Deluxe (22,9 meter persegi), Junior Suite (26,4 meter persegi), Superior Suite (38,1 meter persegi), Executive Suite (48,3 meter persegi), Monopoli Suite (64,5 meter persegi). Luasan kamar yang berbeda-beda tidak mengurangi konsep interior ruang yang berkesan lapang. Walaupun simpel dan tidak banyak ornamen, namun Hotel Monopoli sangat detail dengan menggunakan elemen interior dari karya para seniman muda. Seperti cermin kayu warna gulf blue, keping lantai di kamar mandi dan kustom penutup tempat tidur dari Sejauh Mata Memandang, Svas Living untuk furnitur hingga Goodvibes Organic untuk toilettries.

EXECUTIVE SUITE

Executive Suite

JUNIOR SUITE

Junior Suite

SUPERIOR SUITE

Superior Suite

Tidak lengkap ke Hotel Monopoli tanpa mengunjungi The Moon yang berada di bagian atap hotel. The Moon terdiri dari ruang luas dengan fasilitas kolam renang, gym room, dan bar area dengan area duduk yang luas sehingga mengundang untuk bersantai. Ah rasanya saya tidak sabar menanti kejutan-kejutan apa lagi yang disediakan Hotel Monopoli di dalamnya.

The MOON 1

The Moon

POOL

Pool Area
Advertisements

Author: Ninin Rahayu Sari

Morning Person | Architecture Graduate | Former Journalist at Home Living Magazine & Tabloid Bintang Home| Healthy Lifestyle | Coffee Addict

6 thoughts

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.