Nikmatnya Makan Buah Lai Mahakam

Hari beranjak sore saat kita beranjak meninggalkan resto setelah makan siang. Sebelum benar-benar pergi, saya sempat bertanya ke waitress resto apa yang khas dari Samarinda? Dengan cepat ia menjawab, “sudah pernah mencoba buah lai?’

“Buah lai? Seperti apa?” tanya saya.

“Seperti durian tetapi bukan durian, adanya malam hari di sepanjang Sungai Mahakam,” jelasnya lagi.

Wah, cukup menarik juga Buah Lai ini setelah banyak pertanyaan lain yang saya ajukan ke waitress resto. Tetapi menunggu hingga tukang Buah Lai jualan masih lama, lalu kita ngapain dong? Kita menikmati suasana Sungai Mahakam saat sore. Ternyata tidak semembosankan seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Banyak warga setempat yang menghabiskan sore dengan berolahraga, duduk, atau bermain untuk anak-anak banyak dijumpai di sini. Karena hari sudah sore dan menjelang malam, cuaca Samarinda yang terik juga berangsur teduh. Ah akhirnya saya bisa menikmati suasana Sungai Mahakam dengan bahagia.

Baca Juga: Ruby Longan, Si Kelengkeng Merah.

Buah Lay di Sungai Mahakam

Suasana Sungai Mahakam saat Malam

Ternyata Buah Lai Mahakam ini sangat popular hingga ke mancanegara. Buah Lai memiliki bentuk seperti durian dengan ukuran yang lebih kecil (kata yang jual ada juga Buah Lai yang besar) dan aromanya seharum durian. Saat dibuka, Buah Lay memiliki buah berwarna oranye cenderung kemerahan dengan buah yang kesat, tebal, dan bijinya yang mengempis, tidak terlalu berair seperti durian. Dan rasanya? Nikmat sekaliiiii (huruf I nya harus banyak). Bagi yang tidak suka durian, rasanya akan suka dengan Buah Lai, karena buah ini bener-bener enak. Enaknya lagi, Buah Lai tidak memberi efek panas seperti durian, jadi aman dikonsumsi tanpa khawatir akan bermasalah dengan kesehatan.

Baca Juga: Pantai Karang Bolong Anyer, Antara Krakatau dan Tsunami.

Buah Lay di Sungai Mahakam

Buah Lai, buah lokal khas Kalimantan Timur

Ternyata sudah lama Buah Lai sudah menjadi andalan Samarinda, khususnya Kalimantan Timur. Buah Lai memiliki banyak varietas seperti Lai Batuan, Lai Kutai, dan Lai Mahakam – Lai Mahakamlah yang paling terkenal dari semua varietas tersebut. Lai Mahakan sebelumnya dikenal sebagai Lai Rencong yang berarti gincu atau pemerah bibir, sesuai dengan warna Buah Lai. Lai Mahakan ini telah dipatenkan secara nasional dan telah dikembangkan oleh kelompok tani setempat. Jadi yang mau mengembangkannya datang saja ke tempat pembibitannya langsung ya. Oiya, setiap Buah Lai dibandrol dengan harga yang bervariasi antara 15-45 ribu. Jadi bagi yang ke Kalimantan Timur, jangan lupa untuk mencicipi lezatnya Buah Lai ya.

Buah Lay di Sungai Mahakam

Pilih-pilih Buah Lai

Advertisements

Author: Ninin Rahayu Sari

Morning Person | Architecture Graduate | Former Journalist at Home Living Magazine & Tabloid Bintang Home| Healthy Lifestyle | Coffee Addict

11 thoughts

  1. Jadi kepo dan menemukan tulisan di wikipedia bahwa buah Lai asih kerabat durian. Wah, saya baru tahu di dunia ini ada yang namanya buah Lai. Jadi pingin cobaa (a nya harus banyak). Jadi salah satu daftar-to-do kalau ke Samarinda ^^

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.