NININMENULIS.COM – Dunia dalam Berita yang dihadirkan Museum MACAN mulai 1 Mei-29 Juli 2019 menampilkan dua generasi perupa yang dapat dikelompokkan berdasarkan keterlibatan mereka dengan media dan informasi, politik, serta cara-cara baru dalam pembuatan visual. ke-10 perupa tersebut yakni Agus Suwage, FX Harsono, Heri Dono, I GAK Murniasih, I Nyoman Masriadi. Krisna Murti, Mella Jaarsma, S. Teddy D, Taring Padi, dan Tisna Sanjaya.
Menurut Asep Topan, kurator Museum MACAN, generasi pertama menggunakan bahasa artistik dan visual yang terbentuk dari pengalaman langsung tentang transformasi politik dan sosial yang disebabkan oleh reformasi. Sedangkan, generasi berikutnya memiliki pendekatan visual yang lebih grafis, meskipun tetap politis, jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Suasana pameran Dunia dalam Berita
Di pameran bersama Dunia dalam Berita, Taring Padi mengekspresikan kritik sosial mereka lewat bahasa visual yang menyuarakan perlawanan dan pemberdayaan masyarakat lewat karya spanduk dan poster. Mella Jaarsma dan I GAK Murniasih mengeksplorasi tubuh dalam konteks politis dan gender, mewakili identitas politik dalam kritik budaya.
Dalam karya-karya I Nyoman Masriadi, S Teddy D, Agus Suwage, dan Tisna Sanjaya, teks dan visual populer muncul dalam gaya satir yang mengandung komentar kritis seputar peristiwa dan fenomena sosial. Perupa FX Harsono dan Krisna Murti menggunakan visual dari media massa (seperti iklan dan berita) untuk memaknai kembali situasi politis dan sosial pada masa itu. Heri Dono menginterpretasikan ulang visual tradisional untuk membahas isu sosial dan relasi kekuasaan dalam panggung politik nasional.
Para perupa ini memberi pandangan yang ekstensif tentang masyarakat Indonesia dan keadaan sekitar mereka pada periode tersebut, dengan karakter artistik yang dipengaruhi oleh sirkulasi informasi di media massa, kultur pop global, dan kosakata visual lokal di fase baru dalam demokrasi Indonesia.
Dunia dalam Berita menelaah lebih jauh tentang bagaimana transformasi sosio-politik, demokratisasi informasi dan wacana untuk menuju fase baru dalam sebuah masyarakat membentuk proses produksi artistik pada generasi perupa ini, dan kekaryaan mereka yang menginspirasi generasi perupa setelahnya.
Sebelum menyaksikan karya ke-10 perupa yang karyanya sudah dapat dinikmati mulai hari ini di Museum MACAN, yuks berkenalan dengan masing-masing dari mereka.
Contents