Kecapit Kenikmatan Kepiting Hutan Bakau

hutan sumber makanan

NININMENULIS.COM – Hutan sumber makanan, tidak pernah terlintas di pikiran aku, sampai saat melakukan perjalanan ke Kalimantan dan menyaksikannya sendiri. Pergi ke Kalimantan belum lengkap bila tidak mencicipi sajian kepitingnya yang terkenal. Itu yang dikatakan banyak teman saat aku akan menjejakan kaki pertama kali ke pulau kedua terbesar di Indonesia ini. “Kepiting mah di Jakarta ada,” begitu kataku acuh tak acuh. “Kepiting di sana tuh beda! Beuh, begini!” ujar seorang teman yang saat mengatakannya sembari mengacungkan jempolnya yang luar biasa besar ke muka aku. Bahkan temanku yang biasanya pelit ini rela menitipkan sejumlah uang untuk dibelikan olahan kepiting khas Kalimantan. Dengan malas-malasan, aku mengiyakan titipan tersebut sembari ngedumel, “beli kepiting ajah jauh-jauh.”

Saat itu aku mendapatkan tugas ke Kalimantan Timur, tepatnya ke Balikpapan. Buta tentang Kalimantan membuat aku tidak memiliki rencana khusus di luar agenda pekerjaan. Tapi sepertinya teman-teman di Kalimantan yang menemani aku selama bertugas sangat tahu apa yang harus mereka lakukan yakni, “MAKAN KEPITING!” Itulah aktivitas aku pertama kali di Tanah Borneo setibanya di bandara yang bertepatan dengan jam makan siang.

Ternyata Balikpapan memiliki banyak restoran kepiting yang terkenal kelezatannya. Aku dibawa ke restoran kepiting yang lokasinya tidak jauh dari Bandar Udara Sepinggan. Aku pun hanya duduk pasrah saat dipesankan sajian kepiting dengan berbagai pilihan saus, ada saus asam manis, saus lada hitam, dan saus lainnya yang menjadi andalan restoran. Untuk jenis kepitingnya pun memiliki pilihan, kepiting jantan, kepiting telur, atau kepiting soka. Ternyata satu porsi kepiting di restoran ini sangat banyak dengan saus yang tumpah ruah. Aku mengambil satu capit besar yang sudah diremukin cangkangnya, saat menggigit pertama kali, “Masya Allah….nikmatnyaaa…” Ah, bahkan menuliskannya kembali air liur ku pun tidak berhenti menetes. Saat itu tanpa berkata banyak aku meneruskan gigitan kedua, ketiga, dan seterusnya hingga habis semua sajian kepiting di hadapanku dan menyisakan cangkangnya yang remuk.

Aku memang penyuka kepiting sedari kecil, tetapi kepiting yang baru saja aku nikmatin rasanya berbeda. SANGAT NIKMAT! Daging kepitingnya tebal dan lembut dengan kesegaran rasa manis yang tidak aku jumpai pada kepiting laut yang biasa aku konsumsi. Saking nikmatnya waktu makan menjadi hal yang aku tunggu-tunggu agar dapat menikmati kembali olahan kepiting ini. Takut akan kolesterol tinggi dari olahan kepiting? Jangan khawatir, ternyata ada caranya loh untuk menghindari, yakni dengan meminum air kelapa muda dengan gula merah yang selalu tersedia di semua restoran kepiting. Saat makan kepiting untuk yang kedua kalinya, baru aku mulai bertanya-tanya, mengapa daging kepiting di sini berbeda dari yang biasa aku makan. Salah satu teman asli Kalimantan pun bercerita kenikmatan kepiting ini dikarenakan tempatnya berasal, dan ia berjanji mengajak aku ke tempat darimana kepiting tersebut.

Baca jugaDilema Lahan Gambut Antara Mitos dan Fakta

hutan sumber makanan

Di lumput hutan bakau inilah habitat tinggal kepiting bakau

Hutan bakau atau mangrove. Dari situlah kepiting-kepiting nikmat nan lezat itu berasal – Kepiting bakau sebutannya. Untuk kita ketahui semua, Menurut Wahana Lingkungan Hidup atau WALHI, Indonesia salah satu negara yang memiliki ekosistem hutan bakau terluas di dunia atau seluas 23 persen. Hutan bakau atau mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak di garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut atau sekitar muara sungai. Dengan garis pantai sepanjang 95.181 km2, pada 2015 Indonesia memiliki hutan bakau seluas 3.489.140,68 ha.

Dari tempatnya tumbuh, hutan bakau memiliki fungsi dan manfaat yang sangat penting bagi ekosistem hutan, air, dan alam sekitarnya baik dari segi fisik, biologi, dan ekonomi seperti:

  • Penahan abrasi pantai, intrusi atau peresapan air ke daratan, dan penahan badai juga angin yang bermuatan garam.

  • Menurunkan kandungan karbondioksida atau CO2 di udara dan sebagai penambat bahan-bahan pencemar di sekitar perairan pantai.

  • Tempat hidup berbagai biota laut baik untuk berlindung, mencari makan, pemijahan, maupun pengasuhan, tidak hanya kepiting tetapi juga ada ikan, udang, dan masih banyak lagi lainnya.

  • Merupakan hutan sumber makanan bagi spesies yang hidup sekitarnya.

  • Tempat hidup berbagai satwa mulai dari kera, buaya, dan burung yang dapat kamu saksikan langsung saat menyusuri hutan bakau.

  • Selain sebagai hutan sumber makanan, hutan bakau juga sumber mata pencarian penduduk sekitar dan sumber penghasil bahan obat-obatan juga kayu untuk rumah tinggal.

Kepiting bakau merupakan salah satu dari sekian banyak hasil sumber makanan yang berasal dari hutan bakau. Kepiting bakau yang memiliki nama latin Scylla serrata ini termasuk dalam golongan krustasea, ia memiliki nilai protein yang tinggi, berukuran paling besar digenusnya, dan juga memiliki pertumbuhan paling cepat dibanding spesies kepiting lainnya. Kepiting bakau memiliki warna yang hampir sama dengan lumpur tempatnya tinggal, yaitu coklat kehitam-hitaman pada karapasnya dan kekuning-kuningan pada abdomennya. Keunikan dari kepiting bakau, mereka selalu menggali sebuah lubang sebagai tempat berlindung dan jarang terlihat jauh dari lubangnya. Pada kondisi lingkungan yang ideal, kepiting bakau bisa bertahan hidup hingga mencapai umur tiga sampai empat tahun dan mencapai ukuran lebar karapas maksimum lebih dari 200 mm.

Dari segi ekonomi, permintaan kepiting di perdagangan dunia dan domestik terus mengalami kenaikan berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO) 2018. Trend peningkatan produksi kepiting bakau dunia bersifat drastis sejak periode 1950-1968 hingga periode 1968-2014.Negara yang menjadi tujuan ekspor kepiting meliputi Amerika, Cina, Jepang, Hongkong, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, dan beberapa negara di kawasan Eropa. Di Indonesia, Kepiting bakau termasuk salah komoditas penting perikanan sejak tahun 1980-an.

Upaya Indonesia dalam meningkatkan ekosistensi komoditi ekspor kepiting bakau di pasar dunia menjadi penting, caranya dengan menjaga keberlanjutan sumber daya kepiting bakau di habitatnya hidup yakni hutan bakau. Sayangnya, ekosistem hutan bakau di Indonesia dalam kondisi kritis. Dari data WALHI lebih dari 50 persen hutan bakau dalam kondisi rusak, dan salah satu menyebab kerusakan disebabkan oleh ekspansi perkebunan kelapa sawit dalam jumlah besar. Sangat disayangkan ya, bukan hanya tidak dapat menikmati manisnya kepiting bakau, kita juga terancam menghirup banyak emisi karbon dikarenakan hutan bakau sebagai media penyerap semakin terkikis.

Baca jugaNgobrolin Hutan Sosial dan Lima Hutan Satu Cerita

kepiting asam manis

Kepiting Bakau Saus Asam Manis

Makan kepiting bakau di restoran hingga mengunjungi langsung hutan bakau, tempat kepiting bakau hidup sudah aku lakukan. Namun belum lengkap kalau belum mencuri resep kenikmatan olahan kepiting bakau ini dari penduduk setempat. Beruntung salah satu penduduk di sekitar hutan bakau mau memasakannya untuk aku. Sebenarnya bahan olahan kepiting bakau tidak berbeda dengan olahan kepiting umumnya, namun manisnya kepiting bakau menjadi kunci kelezatannya. Berikut Resep Kepiting Bakau Saus Asam Manis yang mudah dan dapat diolah sendiri di rumah.

Bahan-bahannya:
3 ekor kepiting bakau, sikat, cuci bersih
5 cm jahe, cincang kasar
2 cm lengkuas, geprek
5 lembar daun salam
2 sdt garam kasar
Bahan saus asam manis:
5 siung bawang putih, iris-iris
1 buah bawang bombay, iris panjang
2 buah tomat besar, buang biji, haluskan
1 sdm margarin
1 sdm minyak
2 cm jahe, geprek
Secukupnya air
Secukupnya garam
Secukupnya gula

Cara Membuatnya:
1. Kukus kepiting hingga kepiting matang dengan menaburkan jahe cincang, lengkuas, daun salam, dan garam.
2. Panaskan margarin dan minyak, tumis bawang putih hingga harum. Masukkan jahe, biarkan hingga aroma jahe keluar.
3. Tambahkan tomat halus, bawang bombay, garam, dan air. Masak hingga air sedikit asat.
4. Tambahkan gula, masak hingga mulai mengental.
5. Siapkan piring, geprek kepiting. Lalu siram kuah. Kepiting bakau saus asam manis pun siap dinikmati.

Selain nikmat, olahan kepiting bakau memiliki banyak kandungan gizi dan manfaat yang berguna bagi tubuh. Dalam setiap 100 gram daging kepiting bakau terkandung energi 151 kalori, protein, lemak, kalsium, fosfor, vitamin A, vitamin B1, asam folat, vitamin B kompleks serta berbagai mineral seperti kalium, magnesium, zat besi, yodium, selenium, zinc, dan mangan. Daging kepiting terutama kepiting bakau juga kaya akan lemak menyehatkan dalam bentuk omega 3. Hanya dengan mengonsumsi 100 gram daging kepiting, sudah memenuhi 45 persen kebutuhan omega 3 dalam sehari. Zat gizi ini tidak diproduksi oleh tubuh, karena itu konsumsi daging kepiting dapat membantu memenuhi kebutuhan asupannya. Dengan kandungan nutrisinya yang kaya, mengonsumsi kepiting bakau dalam jumlah tepat sangat dianjurkan karena bermanfaat juga untuk:

  • Membantu memelihara kesehatan jantung

    Lemak seringkali dikaitkan dengan penyebab penyakit jantung, tapi lemak yang terdapat pada kepiting merupakan omega-3 yang justru membantu memelihara kesehatan jantung. Omega 3 dapat membantu tubuh menyeimbangkan kadar kolesterol, menurunkan tekanan darah, serta menurunkan risiko penyumbatan plak kolesterol pada pembuluh darah sehingga terlindungi dari risiko stroke dan penyakit jantung.

  • Baik untuk kesehatan otak

    Memiliki kandungan omega-3 dan vitamin B-12 daging kepiting bakau sangat bermanfaat untuk memelihara kesehatan otak. Beberapa penelitian pun menunjukkan bahwa kedua zat gizi tersebut juga berperan penting dalam perkembangan otak anak dan memelihara fungsi otak pada orang dewasa.

  • Mendorong kinerja sistem kekebalan tubuh

    Ternyata, bukan hanya buah satu-satunya sumber vitamin C. Daging kepiting bakau pun memiliki fungsi serupa berkat kandungan selenium di dalamnya. Selenium merangsang aktivitas sistem kekebalan tubuh serta bertindak sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari penyakit akibat peradangan seperti artritis, asam urat, dan penyakit pada saluran pencernaan.

  • Berpotensi menurunkan berat badan

    Nah ini penting banget buat aku yang ingin menurunkan berat badan. Kepiting bakau ini rendah kalori tapi kaya protein dan lemak baik. Keduanya dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dan mencegah mengonsumsi makanan lain secara berlebihan.

Ini baru satu cerita tentang kelezatan kepiting bakau, salah satu bahan makanan yang bersumber dari hutan. Bayangkan berapa banyak manfaat makanan lain yang bisa didapat dari hutan sumber makanan? Dalam perjalanan pulang ke bandara, ada doa dan harapan di dalam hati, “ah, andaikan sepanjang garis pantai Indonesia tumbuh subur hutan bakau, alangkah banyak hutan sumber makanan yang kita dapatkan.”

OMAIGOD! sibuk dengan kesan tentang hutan bakau sebagai hutan sumber makanan, aku hampir saja melupakan pesanan kepiting temanku di Jakarta. Tidak sempat kembali ke restoran, aku memesannya melalui telepon, dan olahan kepiting bakau yang lezat nan nikmat pun sudah ter-packing rapi dan diantar ke bandara. Di dalam pesawat saat melihat ke bungkusan kepiting, aku berdoa, “semoga kepiting ini sampai dengan utuh ke tangan pemesannya dan tidak tersesat di perutku yang sudah kruyuk-kruyuk.” Amin.

Author: Ninin Rahayu Sari

Architecture Graduate | Content Creator | Former Journalist at Home Living Magazine & Tabloid Bintang Home | Google Local Guide | Yoga Enthusiast

2 thoughts

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.