CERDIK dan WASPADA di Hari Kanker Sedunia 2020

hari kanker sedunia

NININMENULIS.COM – Kanker. Siapa yang tidak pernah mendengar penyakit mematikan ini? Sebagai penyakit penyebab kematian kedua terbesar di dunia, kanker telah menjadi momok yang mengerikan bagi semua orang. Hingga saat ini telah lebih dari 18 juta orang terdiagnosis kanker dan 9,6 juta orang meninggal akibat kanker setiap tahunnya. Mirisnya di 2040 diprediksi penderita kanker akan meningkat mencapai 29,5 juta orang. Dan untuk mengajak masyarakat dunia turut aktif melawan kanker tanggal 4 Februari ditetapkan sebagai Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day.

Hari Kanker Sedunia 2020 memiliki tema baru yakni ‘I Am and I Will’ yang akan digunakan hingga 2021 nanti, menggantikan tema sebelumnya ‘We Can, I Can’ yang telah digunakan pada 2016-2018. Penetapan tanggal 4 Februari sebagai Hari Kanker Sedunia berdasarkan Piagam Paris (Charter of Paris) di tahun 2000 yang merupakan pertemuan World Summit Against Cancer for the New Millenium. Dan sejak 2006, Hari Kanker Sedunia selalu diselenggarakan untuk mengkampanyekan perang terhadap kanker. Kampanye Hari Kanker Sedunia bertujuan untuk mencegah peningkatan kematian akibat kanker, serta mendorong pemerintah dan semua orang bersama-sama mengambil tindakan pencegahan dan pengendalian kanker.

Fakta kanker yang perlu diketahui yakni kanker merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang ditandai adanya sel atau jaringan abnormal bersifat ganas, tumbuh cepat, tidak terkendali dan dapat menyebar ke tempat lain di dalam tubuh si penderita. Penyebaran sel kanker dapat melalui pembuluh darah maupun pembuluh getah bening. Unsur pembentuk sel kanker pun dapat dari semua unsur yang membentuk organ tubuh yang kemudian tumbuh dan menggandakan diri hingga membentuk massa tumor. Saking ganas dan cepatnya sel kanker berkembang dapat dikatakan setiap 2 detik ada 1 orang baru yang terdiagnosis kanker – setiap 3 detik ada 1 orang meningal akibat kanker, dan jumlah ini akan terus meningkat. Sedihnya sekitar 70 persen kematian akibat kanker terjadi pada negara berkembang seperti Indonesia.

hari kanker sedunia
Penyebaran kanker di Indonesia

Baca jugaCegah, Cegah, dan Cegah Penyakit Tidak Menular (PTM)

Penyakit Kanker di Indonesia prevalensinya memang cukup tinggi meningkat dari 1,4 per seribu penduduk (Riskesdas 2013) menjadi 1,8 per seribu orang (Riskesdas 2018). Data WHO (Globocan 2018) juga menyebutkan terdapat 348.809 kasus baru kanker dan angka kematian mencapai 207.210 orang di Indonesia. Ini disebabkan karena sekitar 65 persen datang berobat saat stadium sudah lanjut sehingga penanganannya lebih kepeningkatan kualitas hidup dibanding mengontrol kanker dan mencegah penyebarannya. Untuk memperingati Hari Kanker Sedunia, Selasa (4/2) lalu Direktorat P2PTM (Pengendalian Penyakit Tidak Menular) Kementrian Kesehatan RI mengadakan Pertemuan Social Media Influencer di Hotel Manhattan, Jakarta Selatan. Lebih dari 50 blogger dan influencer dari Bloggercrony Community bersiap membagikan informasi yang benar seputar kanker di Hari Kanker Sedunia.

hari kanker sedunia 2020
Bloggercrony Community di Hari Kanker Sedunia 2020

“Besarnya beban pembiayaan kanker pun menjadi permasalahan serius bagi pemerintah maupun masyarakat. Menurut data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada 2018 pasien kanker telah menghabiskan biaya pengobatan sebesar 3,4 triliun rupiah. Untuk itulah dibutuhkan suatu upaya untuk mengatasi permasalah kanker di Indonesia, salah satunya dengan menerapkan pola hidup sehat,” kata dr. Cut Putri Arianie MHKes, Direktur P2PTM dalam sambutannya. Sebanyak 43 persen dari seluruh kasus kanker dapat dicegah dengan mengurangi faktor risikonya. Faktor risiko merupakan kondisi yang dapat meningkatkan terjadinya suatu penyakit. Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker ialah:

  • Makanan yang kontak dengan zat-zat kimia yaitu 6P: Penyedap, Pewarna, Perasa, Pengawet, Pengasinan, dan Pengasapan.

  • Sering terpapar polutan

  • Diet tidak seimbang, rendah serat, dan tinggi lemak.

  • Kurangnya aktivitas fisik.

  • Paparan asap r0k0k dan produk tembakau.

  • Paparan lingkungan berbahaya.

  • Mengonsumsi alkohol.

  • Perilaku seksual yang berisiko.

  • Paparan sinar ultra violet, dan

  • Heriditas atau faktor keturunan.

cerdik
CERDIK upaya yang dilakukan untuk menanggulangi masalah Penyakit Tidak Menular (PTM)

Namun jangan terburu patah semangat dulu, karena fakta yang tak kalah penting, 30 persen dari kasus kanker dapat disembuhkan bila dideteksi dan diobati sejak dini. Untuk itulah informasi akan jenis, gejala, dan cara menghindari kanker sangat dibutuhkan. “Salah satu cara menghindari kanker dan penyakit tidak menular lainnya dengan cara CERDIK yang meliputi, Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap r0k0k, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Program CERDIK ini disosialisasikan melalui kegiatan Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) PTM di sekolah, tempat kerja, jemaah haji, PO bus, dan kampung nelayan,” tutur dr. Cut Putri Arianie MHKes yang tidak bosan mensosialisasikan gaya hidup sehat sehari-hari.

Baca jugaGERMAS, Solusi Cegah dan Kendalikan Faktor Resiko PTM

Jenis kanker yang menyerang manusia memiliki banyak jenis dan dapat menyerang siapa saja baik pria, wanita, anak-anak ataupun dewasa. Namun beberapa jenis kanker yang menyerang pada pria yaitu kanker paru, kanker kolorektal, kanker prostat, kanker hati, dan nasopharing. Sedangkan kanker yang sering dialami wanita adalah kanker payudara, kanker leher rahim, kanker kolorektal, kanker ovarium, dan kanker paru. Untuk jenis kanker yang sering diderita anak-anak adalah kanker bola mata (retinablastoma) dan kanker darah (leukemia).

Permasalahan yang sering terjadi gejala kanker pada stadium awal tidak menimbulkan keluhan atau gejala yang banyak orang tidak menyadarinya. Ada 7 gejala yang perlu diperhatikan dan diperiksakan ke dokter bila menemukan beberapa gejala yang disingkat menjadi WASPADA.

  • Waktu buang air besar atau kecil mengalami perubahan atau gangguan.

  • Alat pencernaan terganggu dan susah menelan.

  • Suara serak atau batuk yang tidak kunjung sembuh.

  • Payudara atau di tempat lain ada benjolan atau tumor.

  • Andeng-andeng atau tahu lalat yang berubah sifatnya menjadi besar dan gatal.

  • Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuhn

  • Adanya koreng atau borok yang tidak sembuh-sembuh.

hari kanker sedunia
Persentase kanker yang paling banyak diidap Indonesia

Untuk itulah Direktorat P2PTM (Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementrian Kesehatan RI terus berupaya untuk fokus dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) yang salah satunya kanker. Direktorat P2PTM terus melakukan penyuluhan dan sosialisasi terkait deteksi dini, pencegahan, pengendalian penyakit tidak menular (PTM) ke kelompok-kelompok masyarakat melalui program seperti Posbindu PTM, Program Penngendalian Penyakit Hipertensi, Diabetes Melitus, Periksa Payudara Sendiri (SADARI), Periksa Lupus Sendiri (SALURI), dan mendorong perempuan untuk mendeteksi dini kanker leher rahim melalui pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) atau pap smear.

FYI untuk deteksi dini IVA dan SADANIS dapat dilakukan di Puskesmas atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, termasuk klinik swasta dan praktek mandiri. Bila didapat hasil IVA positif akan ditindaklanjuti dengan KRIOTERAPI yang dapat dilakukan di Puskesmas atau dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) yang memiliki tenaga kesehatan yang kompeten. Untuk informasi lebih jelas kunjungi media sosial P2PTM, p2ptmkemenkesri (instagram), p2ptmkemenkesRI (twitter), direktorat p2ptm kemenkes RI (facebook).

hari kanker sedunia
Prof Dr dr Soehartati Gondhowiardjo Sp Rad (K) Onk Rad, Ketua Komisi Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN)

Direktorat P2PTM memiliki Subdirektorat Penyakit Kanker dan Kelainan Darah yang bertanggung jawab dalam pengendalian kanker di Indonesia. “Kalau penyakit lain telat dikit mungkin masih tidak apa-apa, kalau kanker bagaimana? Semakin lama penanganan, semakin buruk keadaan, dan biayanya semakin tinggi. Saya rasa banyak yang keluar negeri karena kurang informasi saja bahwa Indonesia sudah memiliki tenaga ahli dan peralatan yang memadai. Pengobatan yang dilakukan di Singapura juga dilakukan di Indonesia,” tegas Prof Dr dr Soehartati Gondhowiardjo Sp Rad (K) Onk Rad, Ketua Komisi Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN).

Dan hal yang sama juga diceritakan Friska Batubara saat sang ayah, Cosmas Batubara, pengusaha properti yang juga mantan menteri saat menjalani pengobatan kanker nasopharing, “pengobatan kanker di rumah sakit Indonesia nyaman dan sangat me-support para penderita untuk terus menjalani pengobatan.”

Kegiatan pencegahan dan pengendalian penyakit kanker yang dilakukan Subdirektorat Penyakit Kanker dan Kelainan Darah dengan menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap kanker dan pentingnya deteksi dini, serta memfasilitasi peran serta masyarakat dalam perluasan informasi yang benar terkait penyakit kanker. Subdirektorat ini juga meningkatkan sistem pembiayaan kesehatan melalui JKN bagi pelayanan kesehatan paripurna agar mudah terjangkau.

Baca jugaSeGeRa Ke RS, Tips Mudah Mengenali Gejala Stroke

Namun tidak berbeda dengan permasalahan yang dihadapi negara berkembang lainnya dalam menanggulangi kanker, Indonesia pun mengalami beberapa kendala yang menyebabkan hampir 70 persen penderita ditemukan dalam kondisi stadium lanjut. Menurut dr. Aldrin Neilwan Pancaputra SpAk, Kasubdit Penyakit Kanker dan Kelainan darah beberapa kendala yang banyak dijumpai di masyarakat antara lain:

  • Masih rendahnya kesadaran, pengertian, dan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit kanker saat ini.

  • Belum adanya program deteksi dini masal yang terorganisasi secara maksimal.

  • Keterbatasan masyarakat untuk memperoleh pengobatan yang berkualitas karena masalah ekonomi, transportasi, dan lain sebagainya.

  • Faktor sosial kultur di masyarakat yang tidak menunjang, misalnya percaya pada klenik dan pengobatan alternatif/tradisional/dukun.

hari kanker sedunia
Menyatakan dukungan di website http://www.harikankersedunia.com dan http://www.worldcancerday.org

Selain turut mengantisipasi timbulnya kanker, kita juga dapat loh menyebarkan dukungan dengan membagikan sedikit cerita mengenai kanker. Dengan berbagi cerita dan informasi yang benar ke orang lain, akan membantu meningkatkan pengetahuan terhadap deteksi dini dan pencegahan kanker. Sejumlah musisi terkenal, seperti Shawn Mendes, will.i.am, Alessia Cara, Halsey, Jonas Blue, Kris Wu, Sabrina Carpenter juga ikut menyuarakan dukungan mereka terhadap Hari Kanker Sedunia 2020 melalui video yang diunggah channel YouTube World Cancer Day, sekarang giliranmu!

Author: Ninin Rahayu Sari

Architecture Graduate | Content Creator | Former Journalist at Home Living Magazine & Tabloid Bintang Home | Google Local Guide | Yoga Enthusiast

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.