Sakit Perut Setelah Makan Santan?

RESEP OPOR AYAM KUNING

NININMENULIS.COM – Sudah lima tahunan ini, masa setelah lebaran selalu menjadi waktu yang meresahkan untuk perut aku. Mengapa perut? Iya setiap lebaran usai, perut aku selalu bermasalah mulai dari diare, sembelit, hingga penyakit magh kambuh. Apa penyebabnya? Karena aku tidak bisa mengkonsumsi makanan bersantan dalam jumlah yang banyak. Alhasil, seminggu setelah lebaran, perut aku harus puas diisi berbagai macam bubur lunak yang ramah di perut. Apa kamu juga mengalami apa yang aku alami? Ternyata ini sebabnya kebanyakan santan dapat menyebabkan gangguan perut terutama pada sistem pencernaan.

Hari Raya Idul Fitri belum lengkap rasanya bila tak ada berbagai sajian seperti rendang, sayur godok, opor ayam, gulai daging, dan lain sebainya. Makanan inilah memang sangat nikmat dimakan saat berkumpul bersama keluarga di hari raya. Namun makanan-makanan seperti itulah yang telah membuat perut aku sakit. Pertama kali mengalami sekitar lebih lima tahun yang lalu. Saat itu setelah lebaran usai, perut aku terasa begah, keras, sembelit, dan muntah saat dimasuki makanan. Saking sakitnya aku hingga dibawa ke dokter, dan diagnosa dokter ‘melukai’ perasaan aku yang sensitif ini, “karena kebanyakan makan saat lebaran,” katanya. Kesel dibilang begitu? Banget! Dan ternyata kondisi tersebut berulang lagi di tahun berikutnya atau saat setelah mengonsumsi jenis makanan yang serupa. Setelah browsing sana-sini, ternyata aku baru mencerna maksud dari kalimat Dokter tersebut, ternyata perut aku tidak bisa mengonsumsi makanan bersantan dalam jumlah yang banyak dan lama – saat lebaran, aku bisa mengonsumsi hidangan bersantan hingga tiga hari lamanya.

Baca juga: Sebelum Terlambat, Cegah dan Obati Diabetes

Mengapa makanan bersantan dapat membuat perut sakit atau menganggu saluran pencernaan? Ini jawabannya menurut stylecraze.com.

  • Mengandung banyak lemak jenuh

    Jenis lemak ini dapat menyebabkan kolesterol tinggi dalam tubuh. Satu cangkir santan saja mampu meningkatkan tingkat lipoprotein yang merugikan kesehatan dalam jangka panjang.

  • Dapat menyebabkan alergi

    Jika kamu alergi terhadap kacang-kacangan jenis tertentu, seperti kenari, almond, kemiri, dan jambu mete, maka hampir dipastikan kamu juga akan alergi pada santan. Jenis alergi yang muncul bisa berbeda pada tiap orang.

  • Meningkatkan berat badan

    Terlalu sering mengonsumsi makanan bersantan akan membuat berat badan seseorang meningkat dengan cepat.

  • Mengandung kadar kolesterol yang tinggi

    Mereka yang berisiko kolesterol tinggi dan penyakit kardiovaskular harus menahan diri dalam mengonsumsi santan. Seperti halnya susu tanpa pemanis, santan juga memiliki kandungan lemak tinggi, sehingga membuat seseorang berisiko lebih besar mengalami masalah jantung, termasuk stroke. Batasi hanya porsi kecil saja.

  • Menyebabkan sembelit

    Santan dapat menyebabkan masalah pencernaan pada beberapa orang, karena seratnya yang tinggi. Pada seseorang yang jarang makan makanan berserat dan kemudian mengonsumsi makanan bersantan, maka hal ini sangat mungkin memicu masalah pencernaan, termasuk diare dan gas tinggi dalam perut.

  • Mengandung banyak gula

    Santan tanpa rasa pun sebenarnya mengandung banyak gula, apalagi jika sudah berbumbu. Porsi kecil, sekali lagi sangat disarankan.

  • Memiliki kalori yang tinggi

    Satu cangkir santan murni memiliki 550 kalori. Ini hampir sepertiga kalori yang dibutuhkan setiap hari.

  • Dapat menyebabkan gangguan pencernaan fruktosa

    Monosakarida dan poliol dalam santan dapat meningkatkan risiko gangguan iritasi usus. Akibatnya, pertumbuhan bakteri didorong ke usus kecil karena transportasi fruktosa (gula dalam buah) yang tidak merata.

Sekarang aku jadi tahu kenapa setelah makan santan perut dan sistempencernaan aku selalu bermasalah. Ternyata penyebab sakit magh dan saluran pencernaan bukan karena buah yang asam tetapi karena kebanyakan mengonsumsi makanan bersantan atau memiliki kadar lemak tinggi. Jika sakit perut karena mengonsumsi santan datang, biasanya aku melakukan detoks dengan mengonsumsi banyak buah dan sayur. Tidak ada lagi tuh hidangan mie ayam dan bakso setelah lebaran seperti saat aku kecil, yang ada perut akan semakin melilit. Lamanya detoks sangat tergantung masa penyembuhan, bisa lama bisa juga sebentar. Asalkan rasa sakit dan tidak nyaman pada perut hilang hilang, aku baru berani memasukan protein ke dalam makanan yang dikonsumsi. Tetapi kalau sakit terus berlanjut, dapat mengonsumsi obat atau pergi ke dokter yess.

Baca juga: Olahraga Apa yang Sesuai untuk Saya?

Manfaat Pisang untuk pembentukan otot

Ini ada artikel menarikdari Medical News Today buat yang ingin menghilangkan rasa mual setelah mengkonsumsi makanan bersantan secara berlebihan.

  • Konsumsi jus lemon yang mengandung asam penetral yang membentuk bikarbonat, yang bisa meredakan mual.

  • Banyak-banyak meminum air mineral dalam suhu ruang. Itu dapat membuat perut lebih tenang dan terhindar dari dehidrasi.

  • Teh peppermint membantu menenangkan perut untuk meredakan rasa mual secara langsung, bisa juga mengatasi iritasi usus.

  • Kesegaran soda juga bisa membantu perut tidak lagi mual, apalagi setelah mengonsumsi banyak makanan bersantan. Tapi batasi konsumsinya ya!

  • Sup ayam yang punya kuah bening bisa mengobati rasa tidak enak pada perut usai makan banyak santan.

  • Pisang cocok buat kamu yang tidak bisa makan nasi karena mual. Nutrisinya bisa menggantikan kandungan karbohidrat dari nasi.

  • Jahe bisa diolah menjadi teh yang bikin perut lebih tenang. Kandungan gingerols dan shogaols meredakan peradangan pada pencernaan.

  • Apel dengan kandungan serat rendah bisa membantu memerlambat pencernaan, sehingga bisa mengurangi rasa mual.

  • Es krim, khususnya popsicle dengan rasa buah biasanya bikin kita langsung merasa segar dan tidak lagi enek.

  • Sorbet terbuat dari jus atau puree dengan rasa buah-buahan yang dibekukan. Secara otomatis, rasa mual akan segera hilang.

Semoga solusi menghilangkan enegh setelah mengonsumsi makanan bersantan di atas membantu ya. Belum semuanya aku coba sih, tetapi semoga cukup membantu yess. Semangat sehat ya.

Advertisements

Author: Ninin Rahayu Sari

Architecture Graduate | Content Creator | Former Journalist at Home Living Magazine & Tabloid Bintang Home | Google Local Guide | Yoga Enthusiast

2 thoughts

  1. apalagi pas berbuka mak..makan yang bersantan saya langsung melilit..
    kalau kemarin sempat sakit perut karena makan coklat waktu buka…

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.