NININMENULIS.COM – Siapa yang tidak tergiur saat mendengar kata pemutihan pajak? Bagi pemilik kendaraan bermotor yang sempat menunggak, kabar ini rasanya seperti menemukan jalan napas di tengah tagihan yang menumpuk. Apalagi di situasi ekonomi sekarang, ketika harga kebutuhan sehari-hari terasa terus merangkak naik, mendengar ada penghapusan denda pajak tentu menjadi angin segar.
Tidak heran jika setiap kali ada kabar pemutihan pajak kendaraan bermotor, grup WhatsApp langsung ramai. Grup keluarga mendadak aktif. Grup RT tiba-tiba dipenuhi pesan berantai. Bahkan tetangga yang biasanya hanya mengirim stiker ‘selamat pagi’ mendadak berubah menjadi penyebar informasi tercepat.
Masalahnya, di tengah antusiasme masyarakat itu, para penjahat siber justru sedang mengintai. Mereka tahu satu kelemahan manusia yang paling sulit dilawan yakni rasa ingin untung dan takut ketinggalan kesempatan. Dan dari situlah berbagai hoaks pemutihan pajak mulai bermunculan.
Aku jadi teringat cerita salah satu tetangga yang hampir menjadi korban modus seperti ini. Awalnya ia menerima pesan WhatsApp yang mengabarkan adanya program pemutihan pajak nasional besar-besaran. Isinya terdengar sangat meyakinkan. Lengkap dengan logo instansi, foto gedung Samsat, hingga tulisan besar ‘PROGRAM RESMI PEMERINTAH’.
Di bagian bawah pesan terdapat sebuah tautan yang katanya bisa dipakai untuk mengecek apakah kendaraan kita masuk daftar penerima pemutihan. Karena merasa sayang kalau melewatkan kesempatan ‘gratisan’, ia hampir saja mengklik link tersebut.
Untungnya, sebelum sempat memasukkan data pribadi, ia bertanya dulu ke anaknya. Dan benar saja, ternyata tautan itu palsu.
Dari situ aku sadar bahwa modus penipuan digital sekarang memang semakin canggih. Penampilannya dibuat sangat meyakinkan sampai sulit dibedakan dengan informasi resmi.
Contents

