book from the sky

Xu Bing: Thought and Method – Pameran Tunggal Pertama Sang Perupa Tiongkok di Indonesia

Museum Macan mempersembahkan Xu Bing: Thought and Method, sebuah pameran tunggal skala besar yang menampilkan karya-karya dari Xu Bing (l. 1955), perupa kontemporer kenamaan asal Tiongkok. Pameran ini akan berlangsung dari 31 Agustus 2019 – 12 Januari 2020.

Advertisements
shameless gold iv

Dualisme Mella Jaarsma

Salah satu karya Mella Jaarsma yang turut dipamerkan dalam pameran Dunia dalam Berita di Museum Macan yaitu Shameless Gold IV (2002). Karya-karya instalasi Mella Jaarsma berfokus pada berbagai bentuk keragaman ras dan budaya yang tercermin lewat pakaian, tubuh, dan makanan. Instalasi Mella Jaarsma melibatkan kostum yang dibuat dari bahan-bahan yang simbolis dan meterial tekstil yang ‘hidup’ saat dipakai oleh model. Karya-karyanya seringkali dibuat sebagai reaksi terhadap kondisi sosial dan politik.

i nyoman masriadi

Museum MACAN Hadirkan 10 Perupa di Pameran Dunia dalam Berita

Dunia dalam Berita yang dihadirkan Museum MACAN mulai 1 Mei-29 Juli 2019 menampilkan dua generasi perupa yang dapat dikelompokkan berdasarkan keterlibatan mereka dengan media dan informasi, politik, serta cara-cara baru dalam pembuatan visual. ke-10 perupa tersebut yakni Agus Suwage, FX Harsono, Heri Dono, I GAK Murniasih, I Nyoman Masriadi. Krisna Murti, Mella Jaarsma, S. Teddy D, Taring Padi, dan Tisna Sanjaya.

museum macan

Museum MACAN Persembahkan Dunia dalam Berita mulai 1 Mei-21 Juli 2019

Museum MACAN, institusi yang berfokus pada seni modern dan kontemporer kembali mempersembahkan sebuah pameran yang menelaah perkembangan seni kontemporer Indonesia di masa menjelang dan setelah reformasi 1998. Pameran yang bertajuk Dunia dalam Berita ini menampilkan karya dari 10 perupa kontemporer kenamaan Indonesia yang akan diselenggarakan mulai 1 Mei-21 Juli 2019.

Kain Ikat Hinggi Khas Sumba

Salah satu kain ikat yang paling terkenal di Indonesia dan juga di dunia adalah ikat Sumba, khususnya Hinggi. Kain ikat persegi panjang ini digunakan kaum pria Sumba sebagai penutup pundak dan diikat di pinggul menjurai hingga lutut. Kain Hinggi juga digunakan sebagai hadiah dan ditukarkan kepada anggota keluarga atau kelompok sosial lain di Sumba. Misalnya, kain ikat Hinggi yang diberikan oleh keluarga wanita untuk ditukarkan dengan hadiah seperti emas, perak, senjata dan kuda dari keluarga mempelai pria. Pertukaran ini melambangkan adanya hubungan antara kedua keluarga.