Exi(s)t 2017; Saat yang Muda Memprediksi Masa Depan

Apakah masa depanmu milikku juga?’ Kalimat tersebut menjadi pembuka bagi dua kurator Evelyn Huang dan Shila Ghaisani tentang pameran Exi(s)t 2017 di Galeri Nasional Indonesia.

Seperti yang diungkapkan Hermawan Tanzil saat menginisiasi pameran ini, Exi(s)t merupakan wadah anak muda untuk mengembangkan berbagai potensi artistik di mana dialog kritis antara partisipan, mentor, serta kurator menjadi proses utama. Dalam pameran kali ini, Exi(s)t mengundang 15 seniman muda Jakarta yang diundang untung merepresentasikan generasi muda scene seni rupa Jakarta yang kian beragam. Ke-15 seniman yang terlibat, Bey Shouqi, Dhanny Sanjaya, Edita Atmaja, Faisal Rahman Ursalim, Fransisca Retno, Gadis Fitriana, Grace Joetama, Ivan Christianto, Kara Andarini, Monica Hapsari, Ratu R. Saraswati, Rianti Gautama, Sarita Ibnoe, Wangsit Firmantika, dan Yaya Sung.

Untuk kali ini Exi(s)t mengambil tema Tomorrow As We Know It, di mana para seniman muda tersebut duajak memprediksi dan mengintepretasikan masa yang akan datang dalam kerangka minat masing-masing. Semua masa depan itu dielaborasi dengan beragam perspektif yang merepresentasikan generasi muda saat ini. Datangnya akhir zaman, isu spiritual, sains, gender, dan realitas dunia maya merupakan sebagian dari topik-topik yang ditampilkan para seniman muda ini.

Karya-karya yang ditampilkan dikategorikan dalam empat kelompok konsep, perspektif reflektif, fiksi ilmiah, masa kini representasi masa depan, dan belajar dari sejarah. Salah satu seniman yang mengambil konsep perspektif reflektif yakni Sarita Ibnoe yang berjudul Mengiras; Membenahi. Sarita menampilkan gambaran sosok pada permukaan cermin yang merupakan representasi dari siklus perbaikan diri melalui performative drawing. Menurut Sarita, penting untuk mengetahui adanya perubahan dan sadar bahwa tidak ada yang permanen, proses tersebut dilakukan terus menerus hingga kesempatan tersebut semakin kecil dan akhirnya berhenti pada hari akhir.

Sedikit banyak semua gambaran akan masa depan telah dibayangkan secara kolektif oleh tiap-tiap seniman. Namun strategi presentasi mereka yang uniklah yang perlu dicatat, apakah ide masa depan yang sering kita pikirkan juga dibayangkan oleh para seniman ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.