Bagaimana Menilai Latte Art yang Indah?

IMG_20180212_115002
Komposisi gambar dengan cup salah satu cara menilai latte art

Maret ini Majalah Home Living mengupas semua hal tentang kopi. Mulai dari tempat-tempat kopi dengan desain yang unik, desainer coffee , sampai pemenang latte art – dan saya pun mendapat tugas reportase yang (alhamdulilah) mencakup tema itu semua. Karena saya termasuk penikmat americano atau long black, mungkin di mata saya latte hanya sebatas kopi susu.

Bartender biasanya menambahkan gambar-gambar lucu di atasnya, dari gambar hati, muka anjing, dan lain-lain. Bahkan sekarang ada coffee shop yang memiliki mesin latte di mana kita bisa mencetak wajah menjadi motif latte. Dan saya pun merasa gagal paham untuk apa gambar-gambar tersebut, toh akhirnya akan diaduk.

Tapi pengalaman mewawancari Ovie Kurniawan merubah cara pandang saya saat melihat latte. Ovie adalah seorang bartender dari Common Ground Bandung. Ialah pemenang dua tahun berturut-turut di ajang Indonesia Latte Art Championship (ILAC). Darinya saya belajar bahwa latte bukan sekedar kopi susu tapi lebih dari minuman yang memiliki nilai seni.

Seni? Ya, ternyata dibutuhkan keahlian khusus untuk dapat membuat motif latte yang baik. Lantas bagaimana menilai motif latte art yang bagus? Menurut Ovie, banyak faktor untuk melihat indahnya sebuah latte art, mulai dari kontras antara susu dengan kopi, kreativitas bartender, desain gambar, komponen gambar yang tersaji terhadap handle cup, kecepatan, kebersihan, preparation, servis ke customer, dan banyak lagi.

Namun ada juga faktor-faktor yang membuat latte art berkurang bilai keindahannya, seperti adanya bercak atau tetesan air, posisi ketinggian latte di dalam cup, cara bartender menyajikannya, dan lain sebagainya.

Untuk membuat latte art yang bagus, ternyata seorang bartender harus mampu membuat motif hati, tulip, dan rosetta. Dari ketiga model dasar tersebut, motif-motif indah keluar dari tangan bartender ke cup penikmat kopi.

Ovie pun mengakui banyaknya variasi motif-motif latte art mulai dari yang 3D hingga latte art yang colorfull. Tapi itu semua hanya indah untuk kebutuhan foto dan social media. Kenikmatannya pun tak akan senikmat Anda menikmati secangkir latte dari bartender yang berkesenian di dalamnya.

 

Advertisements

Author: Ninin Rahayu Sari

Architecture Graduate | Content Creator | Former Journalist at Home Living Magazine & Tabloid Bintang Home | Google Local Guide | Yoga Enthusiast

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.