Mengapa Menulis? Karena Saya Bukan Anak Raja

BPN 30 Days Blog Challenge

Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis

–Imam Al Ghazali-

Karena bukan anak raja apalagi anak ulama besar jadinya saya menulis. Tetapi bukan dari quote ini saya menulis, karena saya itu tidak suka menulis! Nah, kok bisa? Sebelum cerita mengapa membuat blog, yuks saya cerita dulu awalnya saya menulis.

Saya tidak suka menulis. Tulisan paling serius yang dikerjakan hanya membuat makalah dan tugas kuliah, tapi tidak tahu mengapa makalah saya sering menjadi yang terbaik. Saking tidak sukanya saya menulis, saat akan kuliah saya memilih universitas dan jurusan yang tidak terdapat mata kuliah bahasa Indonesia, dengan jurusan yang (saya berharapnya saat itu) tidak ada tulis menulis, yakni jurusan arsitektur.

Terjerumusnya saya ke dunia tulis menulis berawal saat lulus kuliah dan mulai melamar kerja. Saya yang tengah bosan dengan aktivitas menggambar melamar menjadi reporter di sebuah media cetak hiburan ibu kota yang akan membuat media properti. Melamar kerja di sana pun tidak membayangkan akan banyak menulis, karena yang ada di benak saya hanya dapat bertemu banyak artis top ibu kota dan jalan-jalan (karena reporter yang ada di imajinasi saya tuh kerjaannya hanya jalan-jalan).

BPN 30 Days Blog Challenge
Di mana pun dan kapan pun saya akan menulis

Tidak memiliki pengalaman menulis, lantas bagaimana nasib tulisan saya? Hahahaha…. Habis tulisan saya ditulis ulang oleh editor. Saat itu bahkan saya tidak mengetahui kapan waktunya di/ke disambung atau pisah. Kosa kata saya pun terbatas, saya pun disuruh banyak mencari kata lain agar diksi beragam. Ingin menyerah karena merasa tidak berbakat? Jangan ditanya itu sering sekali. Tetapi tidak tahu mengapa saya menyukai pekerjaan ini. Bertemu banyak orang, mencari informasi dan data, lalu menuliskannya dalam satu tulisan yang beragam. Omaigaatt…. Saya cinta menulis.

Tapi namanya cinta biasanya baru disadari saat semuanya berakhir, iyakan? Begitupun dengan cinta saya dengan menulis. Agustus 2018 lalu merupakan bulan di mana saya tidak lagi menulis untuk media cetak yang telah saya besarkan dan mengajari saya banyak hal. Media cetak, wadah saya menulis ditutup bersama media cetak lainnya dan satu media online. Sedih? Pastilah! Membayangkan saya tidak menulis itu suatu hal yang mengerikan, sehingga satu bulan sebelum ‘semuanya berakhir’ saya menghidupkan kembali blog yang telah lama ‘nganggur’. Blog yang saya buat hanya ikut-ikutan sebagai pengganti diary alias tempat curhat. Blog tersebut mulai saya rapikan dan mulai untuk serius mengelolahnya, karena di sinilah nantinya rasa cinta itu akan saya lampiaskan. Cinta saya untuk menulis, cinta saya untuk mencari informasi, cinta saya untuk berbagi, dan yang pasti saya mencintai kalian semua yang berkunjung membaca blog saya. Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.