Part Time or Full Time?

BPN 30 Days Blog Challenge

Pilih Menjadi Blogger Part Time atau Full Time? Itu tema hari-22 BPN 30 Days Blog Challenge dan itu masih menjadi pertanyaan yang saya tujukan ke diri sendiri. Untuk menjawabnya tidak semudah menjawab pertanyaan “ingin makan atau tidak?’ dan saya belum memiliki jawabannya hingga hari ini. Berbagai pertimbangan seakan memenuhi setiap rongga di kepala, mulai dari keuntungan dan kerugian menjadi blogger full time, hingga kegamangan apakah saya akan dapat konsisten bila menjadi blogger full time ataukan cenderung ‘menyepelekan’ bila menjadi blogger part time. Sebelum menjatuhkan pilihan ingin menjadi blogger part time atau full time, yuks cari tahu terlebih dahulu keuntungan dan kekurangannya.

BPN 30 Days Blog Challenge

Keuntungan Menjadi Blogger Full Time:

  • Seorang blogger full time sudah tentu akan lebih aktif dalam menulis dan akan mencari hal baru yang berhubungan dengan topik tertentu setiap harinya. Dengan begitu dipastikan akan mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman lebih banyak. Niscaya akan meningkatkan kemampuan menulis konten ke tingkat yang signifikan.

  • Untuk blogging tidak membutuhkan kantor dan jam kerja tertentu. Blogger dapat blogging di mana dan kapan saja. Selain dapat mengatur jam kerja sendiri, blogger juga menjadi ‘bos’ untuk dirinya sendiri.

  • Setiap blog sudah pasti akan dioptimalkan untuk mesin pencari agar dapat terindeks dengan cepat. Itulah mengapa seorang blogger harus mengenal SEO, dan kemampuan ini akan meningkat saat menjadi full time blogger. Tidak hanya meningkatkan pengetahuan akan SEO, dengan aktif blogging akan menambah pengetahuan dan ketrampilan lain seperti fotografi, videografi, dan juga kreativitas.

  • Bila memilih menjadi full time blogger, akan menstimulasi otak untuk sibuk sepanjang waktu untuk mencari, meneliti, membaca, menulis, mengedit, dan memposting yang dapat dijadikan sebagai ‘olahraga’ otak untuk memperkuat daya ingat.

  • Melalui blogging dapat memperoleh penghasilan namun ini sangat tergantung berapa banyak waktu yang dihabiskan di sini.

Kerugian Menjadi Blogger Full Time:

  • Jika memilih menjadi blogger full time tanpa memiliki rekan kerja akan dituntut waktu yang banyak untuk mengembangkan blog. Itulah mengapa blogger full time harus menjaga keseimbangan waktu blogging dengan kehidupan social jangan sampai blogging merusak kehidupan sosial.

  • Di awal menjadi blogger full time keuangan akan menipis. Di sini blogger full time yang tidak produktif akan menjadi sasaran rasa frustasi.

Advertisements

14 Comments Add yours

  1. Jadi pilihannya apa kak??

    1. NininMenulis says:

      Belum tau huhuhuhu…. Bantuin polling dong, akyu binguuuung….

      1. Hahaha… jadi inget post di IG.. kira2 begini..
        A: duh gw ngerasa salah jurusan nih..
        B: emang dulu pas milih pertimbangannya apa?
        A: gw ngikutin hasil polling instagram,,
        huehuehue..

      2. NininMenulis says:

        Naah kerenn tuh hahahaha….

  2. deadyrizky says:

    Harus ikut banyak pelatihan biar bisa fulltime blogging kalo saya mah

    1. NininMenulis says:

      Thanks sarannya

  3. Mbul nita says:

    Wah masibimbang bin galau y mb nin, mau full apa part, hihi, syama dunk

    1. NininMenulis says:

      Iyaaaa…. Skrg semuanya masih diseriusin duluu sampai di batas “ok full time”

  4. layangseta says:

    Keliatannya lebih memilih part Time nih

    1. NininMenulis says:

      Belum tau kak…. Liat perkembangan blognya dulu, krn ini msh blm dimaksimalin bgt…

      1. layangseta says:

        Blognya sudah sangat bagus

      2. NininMenulis says:

        Makasih kak…. 4 bln terakhir perkembanganannya lumayan tp msh harus d maksimalin lg d dlmnya…

  5. dinilint says:

    Ah iya, emang sebelum menjatuhkan pilihan kita mesti analisa poin positif dan poin negatif dari masing-masing pilihan. Sambil jalan, sambil dianalisa lagi ya mbak. Mana yang paling sreg dijalani

    1. NininMenulis says:

      Yupz benar mba, sampai benar2 yakin baru ambil keputusan hehehehe

Leave a Reply