Bahagia itu Sederhana; Jangan Lakukan 5 Hal Ini

BPN 30 Days Blog Challenge

Bahagia itu sederhana. Kalimat yang juga sederhana, memiliki banyak makna, namun ternyata tidak mudah didapatkan. Kalau ingin dihitung kebahagiaan yang sederhana itu banyak sekali, masih dikasih umur, dapat makan dan minum, sehat jasmani dan rohani, melihat keluarga bahagia dan sejahtera, berkumpul dengan teman, tidak terkena macet, memakai baju baru, ditraktir, tidur, dan masih banyak lagi hal yang sederhana dan membahagiakan. Dari banyaknya hal yang dapat membuat bahagia ternyata tidak semua hal membahagiakan tersebut kita sadari, dan kita pun lupa untuk bahagia padahal setiap dari kita berhak untuk bahagia. Ternyata ada faktor-faktor yang dapat merusak kebahagiaan itu sendiri, faktor tersebut bukan luar tetapi dari dalam diri sendiri. Berhubung tema hari-27 BPN 30 Days Blog Challenge yakni 5 Kebahagiaan yang Sederhana, lebih baik saya menuliskan faktor-faktor yang merusak kebahagiaan yang sederhana tersebut. Sekaligus sebagai pengingat untuk diri sendiri bahwa bahagia itu sederhana.

BPN 30 Days Blog Challenge

Ke-5 hal yang membuat kita tidak dapat merasakan kebahagiaan tersebut yakni:

Lupa Bersyukur

Nah, sudahkan kita bersyukur hari ini? Jika belum lakukanlah, karena dari situlah kebahagiaan akan muncul. Terlalu iri dengan pencapaian dan keberhasilan orang lain yang jauh di atas kita terkadang membuat kita bersyukur bahwa kita sudah diberikan banyak kebahagiaan yang berbeda dan mungkin orang yang kita irikan belum tentu merasakan kebahagiaan tersebut. Cobalah fokus terhadap kebahagiaan diri sendiri, jadikan keberhasilan orang lain cambuk untuk maju namun bukan target untuk bahagia.

Merasa Paling Benar

Perasaan yang tidak kita sadari ini juga menjadi faktor kita tidak merasakan kebahagiaan. Merasa diri paling benar sehingga melihat apa yang dilakukan orang lain selalu salah justru membuat kita terlalu sibuk mengkoreksi orang lain sehingga lupa untuk bahagia. Bisa jadi jangan-jangan orang yang kita anggap salah justru dirinya merasa lebih bahagia.

Selalu Berprasangka Negatif

Kalimat yang mengatakan, mengapa Tuhan menciptakan kita memiliki sepasang mata dan sepasang telinga dengan satu mulut agar kita lebih banyak melihat juga mendengar sebelum berbicara itu salah satu cara menemukan kebahagiaan. Terlalu banyak berbicara negatif tanpa mengetahhui fakta dan kejadian sebenarnya cenderung menjadikan kita sosok yang selalu berprasangka dan berkata negatif. Jika sudah demikian apakah masih dapat merasakan kebahagiaan yang menghampiri meskipun itu hal yang sederhana sekalipun?

Khawatir yang Berlebihan

Ini faktor penghambat kebahagiaan yang kerap saya lakukan. Khawatir di jalan, khawatir tidak dikasih rejeki, khawatir ini khawatir itu dan masih banyak khawatir lainnya. Meskipun kadang akal sehat berkata “tenang tidak usah khawatir, semua sudah diatur,” tetapi tetap saja rasa khawatir yang berlebihan muncul. Meskipun tidak bisa dihilangkan seluruhnya, namun berusaha meredam faktor penghambat kebahagiaan ini harus selalu dilakukan.

Berlarut-larut dalam Kesedihan

Kalimat sederhananya tidak bisa move on. Mengasihi diri sendiri, menyesali kejadian, dan banyak lagi kesedihan yang terkadang terlalu berlarut-larut dirasakan justru membuat kebahagiaan seakan menjauh. Mencoba melihat ke dunia luar dan bergaul dengan banyak orang dan lapisan masyarakat atau melalukan hal-hal yang disukai niscaya dapat menghilangkan rasa kesedihan yang mendalam, bahkan mungkin dapat berganti dengan kebahagiaan yang hakiki.

Advertisements

Author: Ninin Rahayu Sari

Morning Person | Architecture Graduate | Former Journalist | Healthy Lifestyle | Coffee Addict

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.