Q&A with Rieska Achmad – Wanita dan Desain

NininMenulis,healthy-living-lifestyle

NININMENULIS.COM – Pengalamannya selama 12 tahun di PAI Design membuat sosok ibu dua anak ini mumpuni di bidang mendesain ruang. Meskipun sejak pertengahan 2011 lalu Rieska keluar dari biro konsultan di bawah Thomas Elliot ini, namun tak membuat kiprahnya surut. Dengan beberapa orang karyawan, kini Rieska berkibar di bawah bendera I-Design, biro konsultan yang didirikannya pada pertengahan 2012.

Apa yang membuat Anda memutuskan keluar dari PAI Design?

Saat itu tidak punya rencana apa-apa saat memutuskan keluar, merasa sudah kelamaan saja, apalagi anak-anak sudah semakin besar. Ingin rasanya memiliki aktivitas yang semua waktunya kita tentukan sendiri.

Jika tidak direncanakan bagaimana ceritanya bisa membuat kantor sendiri?

Saat keluar PAI, ada teman yang menawari proyek, saat itu tidak ada rencana membuat kantor apalagi memiliki pegawai sendiri, dan itu hanya dibantu seorang desainer (saat ini Rieska dibantu empat desainer dan dua drafter).

Bukannya membuat kantor sendiri lebih sulit? Bagaimana Anda menyiasatinya jika awalnya tanpa direncanakan?

Semuanya learning by doing. Sambil berjalan sembari memikirkan bagaimana caranya agar (kantor) terus berkelanjutan. Semakin ke sini semakin serius, kita mulai merencanakan lebih dalam konsep, cita-cita perusahaan, dan lain sebagainya agar semakin maju ke depannya.

Baca juga: Chit-chat dengan Chef Fadhli Syah yang Merubah Mood Lewat Dessert

Sebagai perempuan bagaimana membagi waktu sebagai ibu, bersosialisasi seperti arisan dan lain-lain?

Kebetulan anak-anak saya sudah besar, dan banyak aktivitas sosialisasi yang saya kerjakan karena semua waktunya saya atur sendiri.

Selama ini adakah perbedaan cara pandang klien dan rekan kerja, mengingat Anda seorang desainer perempuan?

Hingga sekarang saya tidak merasakan itu. Belum ada klien yang gagal kontrak karena saya perempuan.

Taste perempuan sering keluar dalam desain Anda?

Saat saya kerja dengan Tom (Thomas Elliot), dia sering komentar kalau desain saya terlalu maskulin dan meminta untuk lebih diperlembut. Tidak mengkhususkan diri, menyesuaikan maunya klien, dan saya selalu belajar untuk itu.

NininMenulis,healthy-living-lifestyle

Lalu desain yang baik itu seperti apa?

Yang bisa membuat mereka (klien) nyaman bukan apa yang menurut kita nyaman.

Anda sendiri lebih nyaman desain seperti apa?

Saya menyukai gaya-gaya eklektik dengan warna dan pattern yang lebih simple.

Siapa desainer interior favorit Anda?

Kelly Wearstler dan Zaha Hadid. Mereka memiliki desain yang cool dan tidak menunjukkan sisi kewanitaannya tapi tetap tampil glamour.

Advertisements

Author: Ninin Rahayu Sari

Morning Person | Architecture Graduate | Former Journalist | Healthy Lifestyle | Coffee Addict

4 thoughts

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.