Film Koboy Kampus Gambaran Cinta Tanah Air dan Persahabatan Ala Pidi Baiq

IMG_20190718_124500363
NININMENULIS.COM – Saya masih ingat saat bertemu dengan Pidi Baiq kala Film Dilan pertama kali di filmkan. Saat itu Pidi Baiq menjawab tentang isyu syiah yang ada di dalam Film Dilan, katanya, “Memang kalau ngomong konteks berbeda yah. Zaman dulu belum ada isu Syiah. Sekarang memang lain. Makanya jangan mengadili masa lalu dengan keadaan di masa kini.”

Jangan mengadili masa lalu dengan keadaan di masa kini dan menilai sesuatu sesuai jamannya. Itu yang sepertinya coba dihadirkan Pidi Baiq di film tebarunya, Koboy Kampus. Film Koboy Kampus ini hasil kerjasama 69 Production dengan MNC Pictures yang disutradarai sendiri oleh Pidi Paiq dan Tubagus Deddy.

IMG_20190718_163249198

Suasana saat press screening, Kamis (18/7) lalu di Epicentrum XXI yang dihadiri semua kru dan para pemain Film Koboy Kampus

 

Film Koboy Kampus ini mengambil latar belakang tahun 1997-an atau masa-masa reformasi. Masa di mana tidak ada satu orang yang berani menuntut mendirikan negara baru – Pidi Baiq justru melakukannya. Penasaran? Tahan dulu.

Bagi yang pernah kuliah atau besar di tahun 1997-an pasti sangat tahu sekali bagaimana kondisi Indonesia saat itu. Demo menuntut reformasi dari pemerintahan orde baru merebak hampir di seluruh wilayah Indonesia, mahasiswa pun tidak sedikit yang bersuara dan turun ke jalan untuk menuntut reformasi dan tumbangnya orde baru. Namun bukan Pidi Baiq namanya bila menghadirkan film yang berlatar belakang (seharusnya) serius menjadi ringan, kocak, dan mengundang tawa.

Baca juga: Antologi Rasa Saat Cinta Lebih Rumit daripada Membeli Tiket Nonton

Film Koboy Kampus bercerita tentang kisah masa muda Pidi Baiq saat berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Di mana pada saat itu, Pidi dan teman-temannya mendirikan sebuah negara yang dinamakan Negara Kesatuan Republik The Panasdalam, sebuah negara seukuran ruang studio di kampusnya atau hanya berukuran 8×10 meter saja.

Cerita dibuka tentang fenomena demo reformasi saat itu. Di mana Nova yang diperankan dengan apik oleh Danilla Riyadi mengeluhkan kekasihnya yang seorang aktivis reformasi, “Dia lebih cinta Ibu Pertiwi dibanding pacarnya sendiri.” Begitu kira-kira curhat Nova kepada Pidi Baiq yang sukses diperankan oleh Jason Ranti.

WhatsApp Image 2019-07-19 at 7.58.39 PM

Official poster Film Koboy Kampus

 

Melihat kondisi demo reformasi saat itu dan banyak dari temannya yang aktivis di skors dari kegiatan perkuliahan, Pidi pun ‘meluapkan’ kekesalannya dengan cara yang satir yakni membentuk sebuah negara sendiri yang diberi nama Negara Kesatuan Republik The Panasdalam. The Panasdalam merupakan kepanjangan dari The-nya dari Atheis, Pa-nya dari Paganisme, Nas-nya dari Nasrani, Da-nya dari Hindu Buddha, dan Lam-nya dari Islam.

Bersama rekan-rekan kuliahnya di Fakultas Seni Rupa & Desain (FSRD) ITB seperti, Ninu (Ricky Harun), Erwin (David John Schaap), Dikdik (Miqdad Addausy), dan Deni (Bisma karisma), Pidi Baiq mendirikan Negara Kesatuan Republik The Panasdalam dan mengangkat dirinya sebagai Imam Besar The Panasdalam, dan sebagai presidennya dipercayakan kepada Deni. Sebagai presiden, Deni diakui Pidi sebagai presiden terbaik sepanjang sejarah karena hanya Deni satu-satunya presiden yang hafal semua nama penduduknya yang berjumlah 18 orang. Kelucuan-kelucuan mulai terjadi di sini, bagaimana mereka ‘mengatur’ negara ala The Panasdalam. Rasa cinta tanah air kepada Negara Kesatuan Republik The Panasdalam pun dikemas dalam suasana komedi yang tidak bisa membuat kita yang menonton lepas dari tertawa.

Dialog-dialog yang dihadirkan pun khas Pidi Baiq, ringan, kocak namun memiliki makna yang dalam. Di sini terlihat Pidi Baiq tidak ingin menggurui siapapun akan caranya mencintai tanah air, yang terpenting semua penduduk Negara Kesatuan Republik The Panasdalam merasakan damai, tenteram, dan bahagia. Bahkan saking bahagia di negara yang dibangunnya, para warga negara The Panasdalam ini pun tidak kunjung diwisuda dan terancam DO (karena ini kisah nyata dari Pidi Baiq, bisa dihitung sudah berapa lama ia kuliah saat itu jika melihat Pidi Baiq yang lahir di tahun 1972).

Cerita perjalanan Negara Kesatuan Republik The Panasdalam pun mengalami ‘kegamangan’ saat Soeharto, Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia saat itu lengser, hingga mereka harus mengadakan muktamar Negara Kesatuan Republik The Panasdalam untuk pertama kalinya di Dago Tea Huis. Apa isi dan keputusan dari muktamar tersebut. Saksikan sendiri Film Koboy Kampus mulai 25 Juli 2019 serentak di bioskop tanah air Indonesia. Sambil menunggu tanggal mainnya, yuks kita tonton dulu trailernya.

Baca juga: Review Buku: 3 Buku Wisata Bali

Tidak hanya menceritakan tentang negara baru yang bernama Negara Kesatuan Republik The Panasdalam, Film Koboy Kampus ini juga disisipkan kisah asmara dan arti persahabatan antar penduduknya yang mengundang tawa. Lihat saja saat adegan, Rianto yang sukses diperankan oleh Anfa Safitri saat ditolak oleh Nia (Vienny JKT48) yang tercatat sebagai mahasiswi Universitas Padjajaran. Dari kejadian ditolaknya ‘duta ITB’ oleh ‘duta Unpad’ ini yang akhirnya melahirkan lagu Sudah Jangan Ke Jatinangor dari The Panasdalam.

Yups, sepanjang film ini kita tidak hanya disuguhkan oleh adegan demi adegan yang kocak dan mengundang tawa dari para penduduk Negara Kesatuan Republik The Panasdalam saja, namun lagu-lagu hits dari The Panasdalam seperti Koboy Kampus, Nia, Mulailah Berani, dan lain sebagainya pun tersuguh indah lewat alunan merdu suara Jason Ranti yang turut menyumbangkan suaranya di film ini.

Menyuguhkan cerita yang ringan, kocak, mengundang tawa dengan iringan lagu-lagu enak dari The Panasdalam, film ini layak ditonton oleh semua usia khususnya anak muda. Selain nama-nama di atas, Film Koboy Kampus ini juga turut dibintangi juga oleh beberpa artis terkenal lainnya seperti Steffi Zamora Husein, Christina Colondam, Jennifer Lepas, Chicha Koeswoyo, dan Ria Irawan.

 

Kampusmu adalah kampusmu, tetap yang terbaik. Orang-orang harus tahu. Semuanya adalah romantisme, sisanya adalah perjuangan.

– Pidi Baiq –

Advertisements

Author: Ninin Rahayu Sari

Architecture Graduate | Content Creator | Former Journalist at Home Living Magazine & Tabloid Bintang Home | Google Local Guide | Yoga Enthusiast

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.