N701 ini bukan nama penerbangan ya. Ini nama sebuah seri sofa dari Jacques Deneef yang saat ini bisa Anda dapatkan di showroom Ethnicraft. Sofa nyaman untuk bersantai ini karya desainer Jacques Deneef. Jacques belajar periklanan di Saint Luc College Brussel dan mulai bekerja di sector periklanan.
Pameran Energi Seni yang berlangsung di Plaza Indonesia lalu menumbuhkan pemahaman penting untuk menjadi bagian dari proses ‘menjadi Indonesia’. Pameran yang melibatkan pelukis lintas generasi dan lintas usia ini menghadirkan nama-nama beken dalam dunia seni rupa seperti Djoko Pekik, Ong Hari Wahyu, Heri Dono, Butet Kartaredjasa, hingga pelukis yang terlahir di era milenial, Erianto dan Putu Utama.
Sebagai pusat perbelanjaan premium, Plaza Indonesia berkomitmen menjaga citra seni dan budaya Indonesia sekaligus memperingati hari kemerdekaan menyelenggagrakan Energi Seni – Fine Art Exhibition untuk yang kedua kalinya. Menampilkan lebih dari 40 karya seni dari 18 seniman Indonesia dari berbagai generasi dan aliran, mereka menampilkan karya terbaru yang terdiri dari lukisan, patung, istalasi, dan juga pertunjukan seni.
Tillandsia termasuk dalam jenis air plant sangat digemari saat ini karena merupakan salah satu jenis tanaman hias yang tidak membutuhkan media tanam tertentu. Di habitat asalnya, tanaman Tillandsia hidup merambat dan menempel pada tanaman besar lainnya. Umumnya Tillandsia memiliki arah tumbuh daun yang tidak beraturan, tetapi justru ini yang menjadi keunikan Tillandsia dan sangat digemari.
Apa yang ada di benak kita saat mendengar kata rustik? Berantakan, kasar, dan kata lain sebagainya berkonotasi berantakan. Tidak ada yang salah dengan anggapan tersebut. Karena gaya rustic mengacu pada desain yang memiliki tekstur kasar seperti tidak terselesaikan. Bahkan bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia rustic juga memiliki makna tua dan berkarat, atau dapat juga bermakna ke penataan yang terpusat pada kesan yang alami.
Ajang Flona 2018 yang berlokasi di kawasan Lapangan Banteng Jakarta Pusat menyisakan suatu yang unik. Selain dapat mengetahui beraneka jenis tanaman dan hewan serta potensi yang dimiliki masing-masing wilayah di Jakarta, Flona 2018 juga memberikan suatu yang beda setiap tahunnya. Seperti di tahun ini, aksi berbeda tersebut dilakukan tukang buah yang menjual mangga yang diukir menjadi seperti kelopak bunga. Saya dan teman menyebutnya Mangga Kembang. Melihat si penjual melakukannya tidak terlalu sulit, tapi saya belum mencoba membuat sendiri.
Bhin Bhin, Atung, dan Kaka. Pasti nama ketiga maskot Asian Games 2018 ini sudah tidak asing lagi. Tetapi ini bukan cerita tentang mereka, ini cerita saya, Mbak Sinta, dan Pipit. Bukan juga cerita kita bertiga yang sebagai Trio Kaka. Karena hanya kita bertiga yang ada di hari itu, seperti Bhin Bhin, Atung dan Kaka. Petualangan kita bertiga bukan sesuatu yang besar, hanya berkunjung dari event besar ke event yang lebih besar yang ada di Jakarta saja. Yang membuat saya senang sekaligus bangga, pertualangan kita hanya berawal dari satu keinginan kecil. No itinerary.
Plank merupakan salah satu latihan olahraga yang selalu ada. Ini dikarenakan plank bentuk latihan yang paling efektif. Saking efektifnya kita dapat melakukannya di tengah-tengah kesibukkan karena plank tidak membutuhkan tempat yang luas dan hanya waktu singkat untuk melakukannya. Bahkan teman saya sering melakukannya di sela-sela jam kerja dan dilakukan di samping meja kerjanya. Mengapa plank kerap ada dalam sesi latihan olahraga dan banyak yang menyukainya? Karena plank memiki banyak manfaat.
Tak sulit menemukan bentor di pulau ini. Sejak pompon yang saya naiki besandar di dermaga yang terbuat dari kayu, bentor-bentor tersebut terparkir rapi. Kita tidak bisa sesukanya memilih bentor yang kita inginkan. Mengapa? Karena semua bentor memiliki warna dan desain yang sama, berwarna merah, biru, dan kuning pada atapnya. Mungkin yang membedakan motor milik abang sopirnya, distater langsung nyala atau harus berkali-kali distater baru nyala.
Vihara Avalokitesvara Graha yang berada di pusat kota Tanjung Pinang ini nyaris tidak saya hampiri mengingat hari yang mulai beranjak malam. Tapi teman memaksa untuk saya mengunjunginya mengingat inilah vihara terbesar se-Asia Tenggara. Terbesar. Kata ini yang akhirnya membawa saya sejauh 14 kilometer dari pusat kota ke kelurahan Air Raja atau di sebelah kiri Jalan WR Supratman yang menjadi jalur lintas Tanjung Pinang-Tanjung Uban, Batu 14.